Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 38.810 Korban Kekerasan terhadap Perempuan pada 2025, Pulau Jawa Kasus Tertinggi

38.810 Korban Kekerasan terhadap Perempuan pada 2025, Pulau Jawa Kasus Tertinggi

38.810-korban-kekerasan-terhadap-perempuan-pada-2025,-pulau-jawa-kasus-tertinggi
38.810 Korban Kekerasan terhadap Perempuan pada 2025, Pulau Jawa Kasus Tertinggi
service

Jakarta, NU Online

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Komnas Perempuan dan Forum Pengada Layanan (FPL) mencatat 38.810 korban kekerasan terhadap perempuan pada 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi tidak serta-merta menunjukkan kekerasan semakin banyak.

Kepala Biro Data dan Informasi Kementerian PPPA Muhaziron Sulistiyo Wibowo mengatakan bahwa peningkatan jumlah korban yang tercatat justru dapat menjadi indikator bertambahnya kesadaran perempuan untuk melaporkan kekerasan yang mereka alami.

“Selama tiga tahun terakhir, dari 2023 sampai 2025, jumlah korban terus meningkat. Hal ini positif karena menunjukkan meningkatnya kesadaran perempuan untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya,” ujarnya Muhaziron dalam acara Laporan Sinergi Database Kekerasan terhadap Perempuan di Jakarta pada Kamis (13/8/2026).

Jumlah korban pada 2025 meningkat 9,2 persen dibandingkan 2024 yang mencatat 35.533 korban. Namun, Muhaziron mengingatkan angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan kekerasan terhadap perempuan di masyarakat.

“Namun, meski jumlah laporan meningkat, kasus yang tercatat masih menunjukkan fenomena gunung es,” ujar dia.

Muharizon menjabarkan bahwa kekerasan terhadap perempuan tertinggi berada di Jawa Barat sebanyak 4.513 korban dan Jawa Timur dengan total 3.612 korban. Angka ini masih menempati dua posisi teratas sejak 2023. Sementara posisi ketiga ditempatkan oleh Jawa Tengah sebanyak 3.490 korban.

“Dominasi Pulau Jawa sejalan dengan konsentrasi penduduk terbesar dan tingginya populasi perempuan usia produktif, sehingga peluang kasus terjadi maupun teridentifikasi lebih tinggi,” katanya.

Ia menjabarkan bahwa kekerasan terhadap perempuan terendah berada di wilayah Papua Barat Daya sebanyak 136 korban, Papua Pegunungan dengan total 56 korban, dan Papua Tengah yaitu 15 korban.

“Rendahnya angka ini bukan berarti prevalensi rendah, melainkan hambatan struktural seperti geografis yang sulit dijangkau, infrastruktur dan organisasi pendamping minim, serta rendahnya literasi hukum atau digital,” katanya.

“Ditambah masih menerapkan norma patriarki, stigma sosial, dan dominasi penyelesaian adat turut menghambat pelaporan sehingga banyak kasus yang tidak tercatat,” sambungnya.

Kondisi tersebut diperkuat Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024. Survei itu menunjukkan satu dari empat perempuan atau sekitar 24,1 persen perempuan berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual sepanjang hidupnya.

“Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus yang tercatat secara resmi,” kata Muharizon.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.