Thu,6 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Pembunuh Suku Asli Halmahera itu Bernama “Ambisi Nikel Negara”

Pembunuh Suku Asli Halmahera itu Bernama “Ambisi Nikel Negara”

pembunuh-suku-asli-halmahera-itu-bernama-“ambisi-nikel-negara”
Pembunuh Suku Asli Halmahera itu Bernama “Ambisi Nikel Negara”
service

Senyum yang Terkikis Ambisi

Hidete, lelaki O’Hongana Manyawa berusia 50 tahun, hidup bersama keluarga di hutan Ategow, Halmahera Timur. Baginya, hutan adalah rumah, atap, sekaligus sumber kehidupan. Namun, sejak 2007 keluarganya terus jadi sasaran kerakusan warga dan perusahaan tambang nikel.

Bayu dan Eben, anak Hidete, dibesarkan oleh warga desa setelah keluarga mereka ditangkap puluhan orang. Tuduhannya sederhana: mereka dianggap menghalangi “penguasaan hutan” untuk investasi nikel.


Kriminalisasi & “Pengusiran Halus”

Menurut advokat PPMAN, Maharani Caroline, pengavelingan hutan semakin masif sejak ekspansi tambang nikel masuk Halmahera. Surat Keterangan Tanah (SKT) dikeluarkan pemerintah desa, menghalalkan perampasan lahan adat.

Modusnya beragam: dari memberi bantuan makanan, sampai merampas langsung. O’Hongana Manyawa tidak melawan—mereka memilih berpindah lebih dalam ke hutan.


Dipaksa “Beradab”, Dicabut dari Hutan

Sejak 1960-an, pemerintah berusaha mengeluarkan O’Hongana Manyawa dari hutan lewat program resettlement. Mereka dicap “tuna-budaya” yang harus dipindahkan ke rumah papan beratap seng.

Namun, banyak yang tidak betah. Generasi tua lebih memilih kembali ke hutan, tempat roh leluhur bersemayam, di mana tradisi mereka hidup.


Hilangnya Penjaga Hutan Halmahera

Menurut Radios Simanjuntak (Universitas Halmahera), resettlement bukan solusi, tapi strategi terselubung agar perusahaan tambang bisa bebas beroperasi.

Risikonya besar:

  • Hilangnya penjaga hutan alami.

  • Rentan wabah penyakit karena masyarakat adat tidak punya imunitas.

  • Tradisi spiritual dan budaya perlahan musnah.

Callum Russell dari Survival International bahkan menyebut program resettlement sebagai “hukuman mati” bagi O’Hongana Manyawa.


Konsesi Tambang Mengurung Kehidupan

  • PT Weda Bay Nickel (WBN): 45.065 hektar di Halmahera Tengah.

  • PT Wana Kencana Mineral (WKM): 24.700 hektar di Halmahera Timur.

  • PT Arumba Jaya Perkasa (AJP): 1.818 hektar (belum beroperasi).

  • PT Alam Raya Abadi: 924 hektar (beroperasi hingga 2027).

JATAM mencatat, hanya WBN saja sudah membabat 6.474 hektar hutan periode 2011–2024.


Ambisi Nikel = Kematian Tradisi

Dengan proyek hilirisasi nikel yang digaungkan pemerintah, ruang hidup Suku O’Hongana Manyawa makin terhimpit.

Bagi Hidete dan tetua adat lain, bertahan di hutan bukan sekadar melawan tambang, tapi mempertahankan warisan leluhur.

“Tidak saya izinkan (perusahaan masuk). Sampai ke dalam sini tidak bisa. Saya tidak izinkan!” tegas Hidete.


Kesimpulan

Tambang nikel di Halmahera bukan hanya soal ekonomi, tapi soal hidup-mati sebuah peradaban. Suku O’Hongana Manyawa kini berdiri di garis terakhir—antara bertahan di hutan, atau perlahan punah ditelan ambisi negara.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.