Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Pemerintah Dorong Pembaruan Buku Ajar, JPPI Soroti Rendahnya Kualitas Pembelajaran

Pemerintah Dorong Pembaruan Buku Ajar, JPPI Soroti Rendahnya Kualitas Pembelajaran

pemerintah-dorong-pembaruan-buku-ajar,-jppi-soroti-rendahnya-kualitas-pembelajaran
Pemerintah Dorong Pembaruan Buku Ajar, JPPI Soroti Rendahnya Kualitas Pembelajaran
service

Jakarta, NU Online

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menyoroti rendahnya kualitas pembelajaran dalam sistem pendidikan Indonesia. Menurutnya, rencana Presiden Prabowo Subianto memperbarui buku pelajaran tingkat SD hingga SMA harus dipastikan tidak berubah menjadi proyek yang berpotensi menghamburkan anggaran negara.

“Kita seperti terjebak dalam tradisi ganti menteri, ganti kurikulum; ganti presiden, ganti buku. Tetapi setelah berbagai buku baru dicetak dan anggaran besar dikeluarkan, kualitas pendidikan kita tetap menghadapi persoalan yang sama. Jangan sampai kita hanya sibuk mengganti buku, tetapi gagal memperbaiki pendidikan,” kata dia pada Senin (10/8/2026).

Meski demikian, Ubaid mengatakan buku ajar yang digunakan siswa tetap perlu dievaluasi untuk memastikan materinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, mudah dipahami anak, dan mampu melatih kemampuan berpikir kritis.

Ia juga mengingatkan agar buku ajar relevan dengan kehidupan peserta didik, inklusif, serta tidak mengandung kesalahan materi maupun bias.

Namun, Ubaid menegaskan pemerintah tidak boleh membangun persepsi bahwa rendahnya kualitas pendidikan dapat diselesaikan hanya dengan mengganti buku pelajaran.

“Buku baru tidak otomatis membuat pendidikan menjadi bermutu. Buku hanyalah salah satu instrumen pembelajaran. Kalau kesejahteraan dan kualitas guru, budaya membaca, kemampuan literasi dan numerasi, ketimpangan fasilitas, serta proses belajar di kelas tidak diperbaiki, mengganti buku hanya akan mengganti benda, bukan mengubah kualitas pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai kebijakan pendidikan membutuhkan kesinambungan lintas pemerintahan. Menurutnya, presiden dan menteri boleh berganti, tetapi sistem pendidikan tidak semestinya selalu dimulai kembali dari nol.

“Setiap pemerintahan memang ingin meninggalkan legacy. Tetapi legacy pendidikan tidak boleh diukur dari berapa juta buku baru yang dicetak. Legacy pendidikan seharusnya diukur dari apakah anak semakin mampu membaca, berhitung, bernalar, berpikir kritis, dan mendapatkan pendidikan yang bermutu,” jelasnya.

Pemerintah Matangkan Pembaruan Buku

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia.

“Saat (Presiden Prabowo) mengecek buku pelajaran, beliau melihat satu per satu. Kemudian, ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil sehingga anak-anak SD khususnya membacanya sangat dekat. Kalau dibaca, kurang baik,” katanya pada Jumat (7/8/2026).

“Sehingga atas dasar itu, beliau mau mengecek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya,” sambungnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.