Ditulis oleh Syahrianto •
KABARBURSA.COM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) membukukan pendapatan sebesar USD3,9 miliar sepanjang 2025, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya di tengah dinamika industri energi.
Kinerja ini ditopang pertumbuhan bisnis inti perusahaan pada segmen midstream dan downstream berbasis infrastruktur gas bumi.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan perusahaan terus menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan pemangku kepentingan strategis.
“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.
Dari sisi operasional, volume niaga gas bumi PGN mencapai 836 BBTUD sepanjang 2025. Sementara itu, volume transmisi gas meningkat 4 persen menjadi 1.609 MMSCFD, seiring meningkatnya penyerapan dari pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Kinerja juga didukung oleh segmen infrastruktur LNG. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun mencapai 254 BBTUD, tumbuh 17 persen, yang berkontribusi terhadap keandalan pasokan gas untuk sektor industri dan pembangkit listrik.
Di segmen transportasi minyak, PGN mencatat volume penyaluran sebesar 174.811 BOEPD, didorong meningkatnya aktivitas pengangkutan minyak melalui jaringan pipa eksisting.
Perusahaan juga memperluas infrastruktur gas dengan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi jargas sepanjang 2025.
Dari sisi profitabilitas, PGN membukukan laba operasi sebesar USD519,6 juta, sementara laba bersih tercatat USD215,4 juta.
Pencapaian ini dipengaruhi penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu yang bersifat non-cash, sehingga tidak berdampak pada arus kas operasional perusahaan.
Secara fundamental, perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar USD971,2 juta dengan arus kas operasional positif USD657,1 juta, mencerminkan kapasitas kas dan ketahanan bisnis PGN di tengah volatilitas sektor energi.
Selain itu, PGN menjalankan disiplin pengelolaan biaya dengan menurunkan beban umum dan administrasi sekitar USD33,3 juta atau 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas patungan juga meningkat menjadi USD76,4 juta.
PGN menyatakan strategi penguatan fundamental bisnis akan tetap difokuskan pada pengembangan infrastruktur gas bumi terintegrasi, termasuk transmisi, distribusi, dan LNG, untuk mendukung transisi energi nasional serta menjaga stabilitas kinerja perusahaan dalam jangka panjang. (*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.