Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Penelitian Terbaru Ungkap Gigi Manusia Prasejarah Papua

Penelitian Terbaru Ungkap Gigi Manusia Prasejarah Papua

penelitian-terbaru-ungkap-gigi-manusia-prasejarah-papua
Penelitian Terbaru Ungkap Gigi Manusia Prasejarah Papua
service

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kondisi kesehatan gigi nenek moyang kita ribuan tahun lalu, jauh sebelum pasta gigi ber-fluoride dan dokter gigi moderen ada? Sebuah penelitian terbaru berhasil mengungkap fenomena unik kesehatan mulut nenek moyang masyarakat Papua. Meskipun hidup ribuan tahun sebelum penemuan pasta gigi moderen, masyarakat prasejarah di wilayah dataran rendah Papua ternyata memiliki ketahanan luar biasa terhadap gigi berlubang (karies). Namun, perlindungan ini dibayar harga mahal, yakni kerusakan struktur gigi yang disebut fluorosis dental. Penelitian yang dipimpin Marlin Tolla dari Pusat Riset Arkeometri Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini, diterbitkan di Bulletin of the International Association for Paleodontology, dengan meneliti sisa-sisa gigi manusia prasejarah dari lima situs arkeologi di Papua. Wilayahnya adalah Srobu, Mamorikotey, Namatota, Karas, dan Yomokho. Fosil-fosil gigi tersebut diperkirakan berasal dari periode Holosen, antara 3.400 hingga 1.100 tahun lalu. Tim peneliti menganalisis 73 gigi dari 55 individu menggunakan mikroskop khusus. Hasilnya menunjukkan sebuah analisis kesehatan menarik. Di satu sisi, gigi-gigi tersebut mengalami fluorosis tingkat tinggi, yakni suatu kondisi enamel gigi mengalami perubahan warna menjadi putih kapur hingga kecokelatan akibat kelebihan asupan fluorida. Namun, di sisi lain, gigi berlubang justru sangat jarang ditemukan. “Temuan ini menunjukkan korelasi terbalik potensial, yaitu keparahan fluorosis yang meningkat cenderung diikuti penurunan karies,” ungkap Marlin dalam jurnalnya. Artinya, meskipun tampilan gigi mereka mungkin memiliki bercak cokelat atau lubang kecil akibat fluorosis parah, namun struktur giginya justru terlindungi dari serangan bakteri penyebab gigi berlubang. Gigi manusia prasejarah Papua. Foto: Dok. Marlin Tolla/BRIN Rahasia ketahanan gigi ini terletak pada kondisi geologis tanah Papua.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.