Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Pengamat Soroti Minimnya Integrasi Transportasi Massal di Daerah Tujuan Mudik

Pengamat Soroti Minimnya Integrasi Transportasi Massal di Daerah Tujuan Mudik

pengamat-soroti-minimnya-integrasi-transportasi-massal-di-daerah-tujuan-mudik
Pengamat Soroti Minimnya Integrasi Transportasi Massal di Daerah Tujuan Mudik
service

Jakarta, NU Online

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menyoroti minimnya integrasi transportasi massal di daerah tujuan pada momen Mudik 2026.

Ia menilai, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya ketergantungan pemudik terhadap kendaraan pribadi akibat terbatasnya layanan transportasi umum di daerah tujuan.

Djoko menjelaskan, keberhasilan mudik tidak cukup diukur dari kelancaran lalu lintas semata, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

“Tanpa konektivitas yang memadai di titik akhir atau last mile, masyarakat akan tetap memilih kendaraan pribadi sebagai opsi paling praktis untuk mobilitas di kampung halaman,” ujarnya kepada NU Online, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, minimnya akses transportasi umum di daerah tujuan membuat pemudik tetap mengandalkan mobil dan sepeda motor selama berada di kampung halaman.

Ia juga mengkritisi metode survei kepuasan pemudik yang dinilai belum mencerminkan kondisi sebenarnya. “Sudah saatnya kita meninjau ulang efektivitas survei kepuasan pemudik,” tegasnya.

Djoko menilai, hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan tinggi belum tentu objektif, karena kelancaran jalan tol kerap dijadikan standar utama tanpa melihat persoalan transportasi umum.

“Angka kepuasan ini hanyalah ‘kepuasan semu’ yang gagal memotret buruknya integrasi moda transportasi massal kita,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), pergerakan pemudik pada Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai angka signifikan.

Dari sisi asal keberangkatan, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak, yakni sekitar 30,97 juta orang, disusul DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta dan Jawa Timur sebesar 17,12 juta orang.

Sementara itu, daerah tujuan terbanyak adalah Jawa Tengah dengan 38,71 juta orang, diikuti Jawa Timur 27,29 juta dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

Survei tersebut juga memperkirakan total pergerakan masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 mencapai 50,60 persen dari total penduduk, atau sekitar 143,91 juta orang.

Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi diprediksi menjadi pilihan utama dengan 76,24 juta pengguna, disusul sepeda motor 24,08 juta orang dan bus 23,34 juta penumpang.

Adapun untuk jalur perjalanan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebanyak 50,63 juta orang, sementara pengguna sepeda motor cenderung menggunakan jalur alternatif di luar jalur utama, sekitar 8,65 juta orang.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.