KABARBURSA.COM – PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatat laba bersih Rp574,39 miliar pada 2025, meningkat 38,44 persen year on year (yoy). Kinerja ini ditopang kenaikan volume penjualan bijih nikel dan efisiensi operasional.
Direktur Central Omega Resources Feni Silviani Budiman menyatakan pertumbuhan tersebut berasal dari kombinasi strategi pasar dan pengelolaan biaya. Ia menyebut penetrasi pasar yang agresif dan efisiensi operasional menjadi faktor utama peningkatan kinerja.
“Pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara penetrasi pasar yang agresif dan efisiensi operasional yang ketat,” ujar Feni, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
Produksi bijih nikel tercatat 2,92 juta ton pada 2025, relatif stabil dibandingkan 2,95 juta ton pada 2024. Sementara penjualan meningkat 16,60 persen menjadi 3,03 juta ton.
Selain nikel, lini batu kapur juga mencatat pertumbuhan. Produksi batu kapur mencapai 418.838 ton, naik 165,79 persen, sedangkan penjualan meningkat 73,96 persen menjadi 252.734 ton.
Pendapatan DKFT tercatat Rp1,58 triliun pada 2025, meningkat 7,87 persen dibandingkan Rp1,46 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan volume penjualan.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA mencapai Rp769,61 miliar, meningkat 37,07 persen dari Rp561,48 miliar. Laba usaha tercatat Rp550,01 miliar, naik 46,61 persen dari tahun sebelumnya.
Laba kotor meningkat menjadi Rp783,59 miliar dari Rp631,39 miliar. Sementara beban pokok penjualan turun menjadi Rp792,58 miliar dari Rp829,79 miliar.
Laba sebelum pajak tercatat Rp648,35 miliar, meningkat 26,18 persen. Beban pajak turun menjadi Rp75,07 miliar dari Rp101,87 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset DKFT meningkat 21,58 persen menjadi Rp3,09 triliun. Total ekuitas naik 45,01 persen menjadi Rp1,23 triliun, sementara liabilitas meningkat 9,85 persen menjadi Rp1,86 triliun.
Kas dan setara kas tercatat Rp723,90 miliar, naik 39,78 persen. Total aset lancar meningkat 44,42 persen menjadi Rp1,45 triliun.
Manajemen menyatakan tingginya permintaan pasar serta stabilitas harga nikel global turut mendukung kinerja sepanjang 2025.
Perusahaan menegaskan komitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui optimalisasi operasional dan penguatan strategi pasar ke depan.(*)
Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.





Comments are closed.