Mubadalah.id – Riwayat kelahiran prematur menjadi informasi penting dalam memantau kehamilan berikutnya. Apabila sebelumnya ibu melahirkan sekitar satu bulan lebih awal dari waktu yang seharusnya, perlu ditanyakan apakah pada saat itu terdapat gejala infeksi atau gangguan pada vagina yang dikenal sebagai bacterial vaginosis (BV).
Bacterial vaginosis merupakan salah satu kondisi yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Karena itu, ibu dengan riwayat kelahiran prematur perlu mendapatkan perhatian lebih selama kehamilan berikutnya. Tenaga kesehatan dan keluarga juga perlu bersiap menghadapi kemungkinan kelahiran prematur kembali.
Selain itu, tanda-tanda persalinan perlu diperhatikan sejak dini. Pengenalan terhadap tanda-tanda tersebut penting agar ibu dapat segera memperoleh pertolongan apabila persalinan terjadi sebelum waktunya.
Ukuran bayi pada kehamilan sebelumnya juga dapat memberikan informasi penting. Apabila bayi yang pernah ibu lahirkan memiliki berat badan kurang dari 2,5 kilogram, perlu ia cari tahu apakah bayi tersebut lahir prematur.
Bayi yang lahir prematur pada umumnya memang memiliki ukuran tubuh dan berat badan yang lebih kecil daripada bayi yang lahir cukup bulan.
Jika bayi sebelumnya lahir tepat pada waktunya tetapi memiliki berat kurang dari 2,5 kilogram, kondisi ibu selama kehamilan sebelumnya perlu ia telusuri lebih lanjut. Beberapa hal yang perlu ibu tanyakan antara lain apakah ia mengalami anemia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan.
Informasi tersebut penting untuk membantu tenaga kesehatan memahami kemungkinan penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah. Sekaligus menentukan pemantauan yang ibu perlukan pada kehamilan berikutnya.
Riwayat kehamilan dan persalinan bukan sekadar catatan masa lalu. Tetapi dapat menjadi dasar untuk mengenali risiko dan mempersiapkan pertolongan yang lebih aman bagi ibu dan bayi. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 111.





Comments are closed.