Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Pesan Optimis Soeharto pada Momen Peringatan Hari Penerbangan Nasional 1971

Pesan Optimis Soeharto pada Momen Peringatan Hari Penerbangan Nasional 1971

pesan-optimis-soeharto-pada-momen-peringatan-hari-penerbangan-nasional-1971
Pesan Optimis Soeharto pada Momen Peringatan Hari Penerbangan Nasional 1971
service

6 April 2026 12.00 WIB • 2 menit

Pesan Optimis Soeharto pada Momen Peringatan Hari Penerbangan Nasional 1971


Saat ini, peringatan Hari Penerbangan Nasional selalu diperingati pada 27 Oktober setiap tahunnya. Namun tahukah Kawan, dulunya hari peringatan ini sempat dirayakan di tanggal yang berbeda?

Pada era 1960-an hingga 1970-an, Hari Penerbangan Nasional diperingati setiap 9 April. Perubahan hari peringatan ini sendiri baru terjadi di pertengahan 1970-an.

Salah satu momen peringatan Hari Penerbangan Nasional ini sempat terjadi pada 1971 silam. Peringatan ini diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada waktu itu.

Soeharto yang pada periode tersebut menjadi Presiden Indonesia turut hadir dalam peringatan ini. Soeharto juga turut memberikan pesan optimis melihat perkembangan dunia penerbangan di Indonesia pada waktu itu.

Lantas apa saja pesan yang disampaikan oleh Soeharto saat peringatan Hari Penerbangan Nasional pada 1971? Simak ulasan terkait momen ini dalam artikel berikut.

Hari Penerbangan Nasional

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, pada awalnya peringatan Hari Penerbangan Nasional selalu diperingati pada 9 April setiap tahunnya. Dikutip dari laman RRI, peringatan ini berlangsung pada 1962 hingga 1974.

Pemilihan tanggal ini sendiri berdasarkan dengan terbentuknya Tentara Republik Indonesia Penerbangan yang kemudian berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Setelah 1974, hari peringatan ini kemudian diganti menjadi 27 Oktober setiap tahunnya.

Tidak adanya dasar hukum serta latar belakang sejarah yang kuat menjadi dasar mengapa hari peringatan tersebut diganti. Pemilihan tanggal 27 Oktober sendiri berkaitan penerbangan pertama kali Pesawat Cureng pada 27 Oktober 1945.

Pesawat Cureng sendiri merupakan warisan Jepang dengan jumlah unit terbanyak pada waktu itu. Namun sayang pada saat pertama kali beralih tangan, pesawat kecil ini mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan.

Setelah itu, Pesawat Cureng kemudian diperbaiki agar bisa digunakan. Akhirnya pada 27 Oktober 1945, Pesawat Cureng pertama kali terbang di Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta dan digunakan untuk berbagai macam keperluan setelahnya.

Pesan Optimis Soeharto pada Hari Penerbangan Nasional 1971

Dinukil dari artikel “Presiden Soeharto pada Hari Penerbangan ke 25: Masa Depan Penerbangan Tjukup Tjerah” dalam surat kabar Indonesia Raya edisi 10 April 1971, peringatan Hari Penerbangan Nasional pada 1971 dilaksanakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Ribuan masyarakat turut memadati lokasi ini untuk menyaksikan upacara peringatan yang diselenggarakan pada waktu itu.

Soeharto yang menjabat sebagai presiden kala itu juga turut hadir dalam peringatan ini. Selain itu, ada juga beberapa pejabat tinggi negara, menteri, hingga duta besar yang turut hadir dalam peringatan ini.

Dalam pidatonya, Soeharto menyampaikan pesan optimis terhadap dunia penerbangan Indonesia. Soeharto menyebutkan jika dunia penerbangan Indonesia memang masih jauh dari beberapa negara maju pada waktu itu.

Meskipun demikian, Soeharto memandang jika dunia penerbangan Indonesia akan cukup cerah ke depannya. Apalagi penerbangan menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia modern.

Selain itu, Soeharto juga mengulas kejayaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara di masa lalu. Soeharto menjelaskan jika perjuangan para patriot di masa lalu memiliki arti yang besar bagi Indonesia.

Dalam peringatan ini, ada beberapa atraksi yang turut dipertontonkan di hadapan para audiens yang hadir. Misalnya, ada penampilan tebang lintas yang dipertontonkan pada waktu itu.

Pesawat Cureng yang nantinya menjadi tonggak penetapan Hari Penerbangan Nasional juga turut dipamerkan di Senayan dalam peringatan ini. Hal ini menambah kemeriahan peringatan Hari Penerbangan Nasional pada 1971 silam.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.