Gresik (beritajatim.com) – Seorang pria asal Kabupaten Nganjuk, Dodi Saputro atau DS (34) harus berurusan dengan polisi setelah diamankan warga di kawasan Pasar Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik, kemarin (28/8). Dodi yang diduga terlibat penggelapan sepeda motor sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum polisi tiba di lokasi.
Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyo Budi mengatakan, Dodi diamankan warga setelah korban, Sapto Tulus Tiono (45), mengetahui keberadaan terduga pelaku. Korban kemudian berteriak meminta bantuan sambil menyebut Dodi sebagai maling.
Teriakan tersebut sontak mengundang perhatian warga di sekitar pasar. Sejumlah warga kemudian mengejar dan berhasil menghentikan Dodi hingga akhirnya diamankan.
“Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian ikut mengejar dan mengamankan pria tersebut,” kata Kompol Gatot, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Gatot, polisi sebelumnya menerima informasi mengenai seorang pria yang diamankan massa di depan Pasar Desa Petiken. Petugas Polsek Driyorejo segera menuju lokasi untuk menghindari terjadinya aksi massa yang lebih jauh.
Ketika diserahkan kepada polisi, Dodi diketahui mengalami luka robek pada bagian pelipis mata kiri. Polisi kemudian membawanya ke Puskesmas Driyorejo untuk memperoleh penanganan medis.
Dari pemeriksaan awal, polisi memperoleh keterangan bahwa Dodi diduga mengakui keterlibatannya dalam penggelapan sepeda motor Honda Blade dengan nomor polisi W 6754 OK.
Motor tersebut diduga sebelumnya berada di sebuah warung kopi di kawasan Medaeng, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kendaraan itu kemudian diduga hendak dialihkan kepada pihak lain.
“Motor tersebut kemudian diduga hendak dijual oleh pelaku,” imbuh Gatot.
Dodi disebut melakukan transaksi penjualan motor tersebut di depan Pasar Desa Petiken. Calon pembeli disebut datang dari Madiun dan membawa kendaraan roda empat Toyota Calya warna hitam.
Dalam proses transaksi itulah, Sapto tiba di lokasi dan mengetahui keberadaan Dodi. Korban kemudian meneriaki terduga pelaku hingga perhatian warga tertuju kepada mereka.
Warga yang berdatangan selanjutnya mengamankan Dodi dengan kondisi babak belur. Anggota Polsek Driyorejo datang dan membawa terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, perkara tersebut akhirnya dilimpahkan ke Polsek Waru, Polres Sidoarjo. Pasalnya, lokasi awal dugaan penggelapan sepeda motor berada di wilayah hukum Polsek Waru.
Dodi bersama korban kemudian diserahkan kepada anggota Reskrim Polsek Waru, Brigpol Wahyu, untuk proses penanganan lebih lanjut.
“Penyerahan tersebut diterima anggota Reskrim Polsek Waru, Brigpol Wahyu. Polisi masih melakukan proses penyelidikan dan penanganan perkara untuk mengungkap secara lengkap dugaan penggelapan sepeda motor tersebut,” pungkas Gatot. [dny/ian]





Comments are closed.