Fri,1 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Prof. Quraish Shihab ke Presiden: Teladani Abu Bakar, Berantas Korupsi dengan Keadilan

Prof. Quraish Shihab ke Presiden: Teladani Abu Bakar, Berantas Korupsi dengan Keadilan

prof.-quraish-shihab-ke-presiden:-teladani-abu-bakar,-berantas-korupsi-dengan-keadilan
Prof. Quraish Shihab ke Presiden: Teladani Abu Bakar, Berantas Korupsi dengan Keadilan
service

Jakarta, Arina.id—Pakar tafsir Al-Qur’an, M. Quraish Shihab, menegaskan bahwa upaya mewujudkan perdamaian tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keadilan.

Menurutnya, kedamaian yang sejati hanya dapat tercapai jika keadilan ditegakkan secara konsisten.

“Kalau kita berbicara tentang perdamaian, perlu diingat bahwa kita ingin damai, tetapi tidak dengan mengorbankan keadilan,” ujarnya dalam peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Selasa (10/3/2026) malam.

Prof.Quraish mengutip Surat Al-Maidah ayat 8 yang mengingatkan agar kebencian terhadap suatu kaum tidak membuat seseorang berlaku tidak adil.

“Jangan sampai kebencianmu kepada suatu kaum menjadikan engkau tidak berlaku adil,” kata Prof Quraish memaknai pesan dalam ayat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa terdapat banyak definisi tentang keadilan, di antaranya menempatkan sesuatu pada tempatnya serta memberikan hak kepada pemiliknya dengan cara yang terbaik dan secepatnya.

Prof. Quraish mencontohkan pandangan para filsuf Yunani. Ketika Plato berdiskusi dengan para filsuf pada masanya, ada yang mendefinisikan keadilan sebagai keberpihakan kepada yang kuat. Namun Plato tidak sependapat dengan pandangan tersebut.

Bertolak belakang dengan pandangan tersebut, para ulama Islam justru memaknai keadilan dengan cara berbeda, sebagaimana sambutan yang dikatakan sahabat rasulullah, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq saat dilantik sebagai pemimpin.

“Saya bukan orang yang terbaik di antara kamu. Jika saya benar, bantulah saya. Jika saya keliru, luruskan saya,” kata Quraish mengutip pernyataan Abu Bakar.

Dalam pidato tersebut, Abu Bakar juga menegaskan bahwa orang kuat akan menjadi lemah di hadapannya sampai hak orang lain yang diambilnya dikembalikan. 

Sebaliknya, orang yang lemah akan menjadi kuat hingga haknya yang diambil oleh orang kuat dikembalikan kepadanya.

“Bapak Presiden, kalau ini kita terapkan, keadilan dan kedamaian akan tercapai,” ujarnya.

Menurut Quraish, niat Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas korupsi dapat diwujudkan dengan menegakkan keadilan sebagaimana teladan yang dicontohkan oleh Abu Bakar.

“Niat Bapak (Prabowo Subianto) untuk memberantas korupsi dapat dilakukan dengan adil melalui pemahaman terhadap sikap Sayyidina Abu Bakar,” jelasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.