Wed,19 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Puluhan Rumah Terendam Akibat Banjir Rob di Pati

Puluhan Rumah Terendam Akibat Banjir Rob di Pati

puluhan-rumah-terendam-akibat-banjir-rob-di-pati
Puluhan Rumah Terendam Akibat Banjir Rob di Pati
service

Pati, NU Online Jateng 

Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, kian memprihatinkan. Kondisi ini dilaporkan telah berlangsung selama dua tahun terakhir akibat hancurnya ekosistem mangrove di kawasan pesisir serta jebolnya tanggul sepanjang 110 meter.

Saat ini, banjir rob tidak hanya merendam puluhan rumah warga, tetapi juga menenggelamkan ratusan hektare tambak.

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menjelaskan bahwa banjir rob telah merendam seluruh hunian di wilayah RT 05. Setidaknya ada 36 rumah yang terdampak langsung, sehingga mengganggu aktivitas harian 96 warga setempat.

“Banjir rob ini sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Kondisinya sangat parah, setiap hari rumah mereka terendam air,” ujar Setyo. Rabu (10/6/2026).

Selain merusak permukiman, bencana ini perlahan mematikan mata pencarian mayoritas warga yang 90 persennya berprofesi sebagai petambak. Dari total 160 hektare lahan budi daya ikan nila di desa tersebut, separuhnya kini tidak lagi produktif karena terendam air laut.

“Dampak lain yang pasti adalah rusaknya lahan-lahan produktif petani tambak ikan nila. Dari total 160 hektare itu, 80 hektare sudah rata dengan air,” terang dia.

Akibatnya, para petambak harus menanggung kerugian materiil yang sangat besar. Setyo memprediksi total kerugian kumulatif para petani tambak pada siklus pasang musim ini saja sudah menembus angka lebih dari Rp2 miliar. Jumlah tersebut belum termasuk hitungan kerusakan aset lahan mereka.

 Pihak desa bersama warga sebenarnya tidak tinggal diam. Pada tahun 2025 lalu, warga sempat bergotong-royong membangun tanggul secara swadaya. Namun, kuatnya hantaman ombak membuat benteng darurat tersebut kembali jebol pada Januari 2026.

“Tahun 2025 kami telah melakukan penanggulan secara swadaya. Namun pada bulan Januari lalu sudah kembali jebol dan hilang semua. Dari pemerintah belum ada sama sekali penanganan untuk tanggul tersebut,” imbuh dia.

Pihak Pemerintah Desa Tunggulsari sangat berharap pemerintah pusat maupun daerah segera turun tangan untuk memperbaiki tanggul yang jebol. Mengingat biaya revitalisasi infrastruktur tersebut sangat besar dan di luar kapasitas dana desa. Setyo mengkhawatirkan, jika penanganan lambat dilakukan, Desa Tunggulsari terancam hilang dari peta karena tenggelam oleh air laut.

“Kalau ini tidak ada penanganan lebih lanjut dari pemerintah, bukan hanya menimbulkan kerugian di sektor budi daya ikan, tetapi ada potensi hilangnya permukiman di wilayah desa kami,” pungkas dia.

Merespons kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati untuk segera turun ke lokasi. Langkah cepat ini diambil guna memetakan kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

“Saya perintahkan BPBD untuk langsung mengecek ke sana. Fokus utama saat ini adalah penanganan masalah logistik masyarakat,” ujar Chandra, baru-baru ini.

Selain memastikan pasokan logistik aman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga tengah mengupayakan perbaikan tanggul yang jebol. Bantuan material berupa bambu dan peralatan pendukung senilai Rp60 juta telah dialokasikan untuk pembuatan tanggul sementara. Namun, proses pengerjaannya masih harus menunggu air laut surut.

“Untuk penanganan mendesak, kita sudah bantu Desa Tunggulsari. Logistik seperti bambu dan peralatan lain senilai sekitar Rp60 juta sudah dikirimkan ke sana. Proses penanganannya tinggal menunggu kondisi rob surut,” jelasnya.

Menyadari besarnya skala kerusakan, Chandra mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Dari hasil koordinasi tersebut, Pemkab Pati diarahkan untuk segera bersurat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) demi mendapatkan dukungan anggaran.

 “Tadi pagi kami baru berkoordinasi dengan BNPB pusat dan menginformasikan situasi di Tunggulsari. Karena anggaran yang diperlukan untuk membangun tanggul ini sangat besar, kami diminta bersurat ke Kementerian PU. Saat ini semuanya sedang kami koordinasikan, semoga penanganannya bisa cepat,” terang dia.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.