Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Pupuk Organik Hasilkan Beras NU Berkualitas, Hama Berkurang dan Panen Lebih Cepat

Pupuk Organik Hasilkan Beras NU Berkualitas, Hama Berkurang dan Panen Lebih Cepat

pupuk-organik-hasilkan-beras-nu-berkualitas,-hama-berkurang-dan-panen-lebih-cepat
Pupuk Organik Hasilkan Beras NU Berkualitas, Hama Berkurang dan Panen Lebih Cepat
service

Lebak, NU Online

Uji coba pengembangan Beras NU melalui program Agriculture Circular Economy Zone-Nahdlatul Ulama (ACEZ-NU) menunjukkan hasil yang menjanjikan. Penggunaan pupuk organik berbasis Bionutrient Protocol tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mempercepat masa tanam, memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama, serta mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

Program yang melibatkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU), Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PBNU, PWNU, PCNU, kelompok tani, pemerintah daerah, dan Radiance Agritech Inc. Taiwan itu dilaksanakan di lahan seluas 0,84 hektar sebagai pilot project di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, sejak pertengahan April hingga awal Juli 2026.

Dalam budidaya tersebut, petani menerapkan sistem tanam Bionutrient Protocol yang menggunakan pupuk nutrient enhancer dan pupuk bionutrient. Pupuk itu dihasilkan dari pengolahan limbah pertanian berupa jerami yang dicampur kotoran ayam melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan asam amino, vitamin, dan enzim aktif berbahan 100 persen alami tanpa kandungan bahan kimia.

Petani Cece Supriyadi menjelaskan, sebelum menggunakan bionutrient, rata-rata hasil panen gabah basah mencapai 950 kilogram dengan masa tanam sekitar 90 hari menggunakan pupuk kimia berupa 100 kilogram urea, 10 kilogram NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium), dan 100 kilogram Phonska.

Setelah beralih menggunakan bionutrient, hasil panen meningkat signifikan. Panen yang dilakukan pada Senin (6/7/2026) hingga Selasa (7/7/2026) menghasilkan 1.965 kilogram gabah. Selain itu, masa tanam juga lebih singkat, dari 90 hari menjadi 75 hari sehingga berpotensi menekan biaya produksi, mengurangi risiko iklim, dan mempercepat siklus tanam petani.

“Proses pelaksanaannya, pertama ini kita sebar pupuk nutrient enhancer sebelum ditanam, dikasih antara satu minggu atau 10 hari udah sebar pupuk itu, udah dikeringin itu langsung kita nanam padinya. Setiap seminggu sekali, kita semprot padinya pake pupuk bionutrinet,” ujarnya diwawancarai NU Online di sela-sela panen perdana Beras NU di Desa Sukamanah, Senin (6/7/2026).

“Ini panen dua bulan lebih, Alhamdulillah, ini padinya sehat. Tiap minggunya itu disemprot pakai bionutrien. Itu sampai padinya matang, dilihat dari (sawah) sebelah mah itu udah kena hama, punya kita alhamdulillah sehat ini padinya sampai hari ini,” lanjutnya.

Ia menyampaikan bahwa lahan tersebut ditanami dua varietas padi yaitu beras premium jenis sariwangi dan beras medium jenis sentra ramos (IR64).

Menurutnya, penggunaan bionutrient juga berpengaruh terhadap penurunan serangan organisme pengganggu tanaman. Hama yang kerap ditemui di Desa Sukamanah antara lain walang sangit, ganjur, kupu-kupu, keong mas, kungkang, dan penggerek batang padi.

“Setelah pakai ini, ya alhamdulillah mengurangi hama, biasanya banyak, ada juga cuman ganjur dan keong mas,” katanya.

Cece mengungkapkan bahwa fenomena El Nino 2026 tidak memengaruhi pertumbuhan tanaman maupun kondisi tanah di lahan percontohan tersebut.

Direktur Eksekutif Lakpesdam PBNU Asrul Raman menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa pupuk bionutrient mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama.

“Setelah menggunakan bionutrinet, varietas padi memiliki ketahanan terhadap hama. Ini terlihat secara langsung di lapangan. Ini menandakan nutrisinya terserap dengan baik,” ucapnya.

Asrul menyampaikan bahwa keberhasilan pilot project ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan Beras NU sebagai produk pangan unggulan yang diproduksi petani NU dan petani Indonesia. Model tersebut juga akan direplikasi ke sejumlah daerah, antara lain Kota Serang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kuningan, dan Kota Bekasi sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi pertanian nasional, serta memperkokoh kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.