Sat,29 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Panitia Lokal Pastikan Kekerasan yang Sempat Ramai, Terjadi di Luar Arena Muktamar Ke-35 NU

Panitia Lokal Pastikan Kekerasan yang Sempat Ramai, Terjadi di Luar Arena Muktamar Ke-35 NU

panitia-lokal-pastikan-kekerasan-yang-sempat-ramai,-terjadi-di-luar-arena-muktamar-ke-35-nu
Panitia Lokal Pastikan Kekerasan yang Sempat Ramai, Terjadi di Luar Arena Muktamar Ke-35 NU
service

Jombang, NU Online

Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) meluruskan informasi yang santer beredar menyusul konferensi pers Bakal Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) yang mengungkap dugaan kekerasan terhadap muktamirin di tengah pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Gus Rozaq menegaskan insiden dugaan pemukulan yang disinggung dalam konferensi pers tersebut tidak terjadi di arena Muktamar, melainkan di lokasi lain di luar area yang menjadi tanggung jawab panitia lokal.

“Menindaklanjuti dari konferensi pers dari salah satu calon Ketua Umum PBNU terkait narasi yang adanya kekerasan terkait dengan muktamar itu saya tegaskan tidak benar. Itu terjadi di luar arena muktamar,” kata Gus Rozaq di kediamannya, Kompleks Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Ahad (30/8/2026) dini hari.

Ia menyesalkan atas konferensi pers yang menurutnya hanya menyajikan satu sisi cerita, karena dinilai berpotensi menciptakan narasi negatif dan mencoreng citra pelaksanaan Muktamar yang menurut Gus Rozaq telah berjalan kondusif sejak awal.

“Kami sebagai Ketua Panlok sangat menyesalkan konferensi pers yang sepihak. Karena ini akan membikin narasi yang negatif dan merusak citra muktamar yang sudah berjalan kondusif mulai dari awal sampai malam ini,” ujarnya.

Berdasarkan konfirmasi yang ia terima, Gus Rozaq menyebut insiden pemukulan terjadi di salah satu hotel di kawasan Jalan Kepatihan, bukan di wilayah Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas yang menjadi lokasi utama pelaksanaan Muktamar.

“Saya sudah dapat konfirmasi yang lengkap bahwasanya pemukulan terjadi di salah satu hotel di Jalan Kepatihan, bukan wilayah daerah yang di situ dalam jangkauan panitia lokal. Jadi tidak benar adanya pemukulan ada di arena muktamar,” katanya.

Gus Rozaq membenarkan bahwa korban merupakan salah satu pengurus NU yang kemungkinan berstatus delegasi resmi Muktamar, namun ia memastikan kejadian tersebut tidak berlangsung di area yang menjadi tanggung jawab keamanan panitia.

“Korbannya salah satu pengurus NU, otomatis mungkin dia juga sebagai delegasi resmi, tapi saya pastikan tidak terjadi di wilayah Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang,” ujarnya.

Mengenai motif kejadian, Gus Rozaq mengaku belum mengetahui secara pasti, dan menyebut kemungkinan penyebabnya bisa berkaitan dengan persoalan pribadi maupun dinamika Muktamar itu sendiri.

“Motifnya kami kurang tahu. Bisa jadi masalah pribadi atau mungkin masalah yang terkait dengan dinamika muktamar ini,” katanya.

Berdasarkan konfirmasi resmi yang ia terima dari Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, Gus Rozaq menyebut baik korban maupun terlapor berasal dari Kalimantan. 

Ia turut membacakan sejumlah detail laporan kepolisian, termasuk lokasi kejadian di sebuah hotel di Desa Kepatihan, Kabupaten Jomban  dengan pelapor bernama Muhammad Nasir Irfan dan saksi bernama Imam Bukhari.

“Ini tempat kejadian di hotel alamat Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Pelapor/korban Muhammad Nasir Irfan Saksi Imam Bukhari. Terlapor Alwan Saputra, muktamirin Ketua PWNU Kalimantan Utara,” ujarnya.

Soal kaitan antara insiden ini dengan dinamika perbedaan sikap dalam mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU sebagaimana disinggung Gus Salam sebelumnya, Gus Rozaq menegaskan bahwa panitia lokal tidak mengetahui perihal tersebut karena kejadian berlangsung di luar wilayah tanggung jawab keamanan panitia.

“Itu mungkin dinamika yang terjadi di luar. Panitia tidak mengetahui sama sekali karena terjadinya bukan di tower atau penginapan yang disiapkan panitia. Kalau kita kan bertanggung jawab keamanan 24 jam di tower yang telah disiapkan oleh panitia,” ujarnya.

Terkait perkembangan penanganan kasus, Gus Rozaq menyatakan pihaknya berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai proses hukum yang berlaku, mengingat kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Perkembangan kasus ini ya kami berharap diselesaikan, kalau memang sudah di ranah kepolisian ya ikuti proses yang berjalan,” katanya.

Ia menegaskan panitia lokal tidak mengambil tindakan khusus baik terhadap terlapor maupun dalam bentuk perlindungan kepada korban, karena posisi panitia dalam hal ini terbatas pada meluruskan informasi yang beredar.

“Tidak ada tindakan sama sekali. Kami hanya meluruskan narasi yang tidak benar terkait dengan kejadian atau apapun yang bisa berpotensi menjadi stigma negatif terhadap pelaksanaan muktamar di Tambakberas ini,” ujarnya.

Sementara itu, soal kondisi korban pascakejadian, termasuk apakah yang bersangkutan telah kembali mengikuti rangkaian sidang Muktamar, Gus Rozaq mengaku pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut. “Kami belum dapat konfirmasi lebih lanjut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Sohib (Gus Salam) mengungkap adanya dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang.

Kasus itu kini sudah dilaporkan ke Polres Jombang dan diminta untuk diproses secara hukum.

“Dari daerah ada teman kami yang mengalami kekerasan oleh oknum Pengurus Wilayah. Daerah dan namanya kami rahasiakan dulu. Sudah kami laporkan ke Polres Jombang,” katany saat Konferensi Pers di Ponpes Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026). 

Menurut Gus Salam, korban merupakan pengurus PCNU. Ia baru bercerita kepada dirinya pada Jumat malam. Bentuk kekerasan yang dialami adalah pemukulan. “Dipukuli. Alasannya karena yang bersangkutan tidak mengikuti arahan dari pengurus wilayah,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.