Sun,26 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Sport
  3. Bulu tangkis
  4. Rachel/Febi bawa pelajaran China Open menuju Kejuaraan Dunia 2026

Rachel/Febi bawa pelajaran China Open menuju Kejuaraan Dunia 2026

rachel/febi-bawa-pelajaran-china-open-menuju-kejuaraan-dunia-2026
Rachel/Febi bawa pelajaran China Open menuju Kejuaraan Dunia 2026
service

Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum membawa sejumlah pelajaran berharga dari China Open 2026 sebagai modal menghadapi penampilan perdana mereka pada Kejuaraan Dunia 2026 di India, 17-23 Agustus.

Langkah Rachel/Febi terhenti pada perempat final setelah kalah dari unggulan kedelapan asal China Li Yi Jing/Luo Xu Min dengan skor 18-21, 18-21 di Changzhou, China, Jumat.

“Setelah ini kami menatap Kejuaraan Dunia pertama kami. Harus meningkatkan lagi konsistennya dan ditambah tenaga pukulannya,” ujar Febi dalam keterangan resmi PBSI setelah laga.

Pada pertandingan tersebut, Rachel/Febi kesulitan keluar dari tekanan lawan karena sejumlah pengembalian mereka terlalu tanggung sehingga membuka kesempatan bagi Li/Luo untuk terus menyerang.

“Tadi kami lebih banyak tertekan, pengembalian bolanya terlalu tanggung jadi mereka enak buat menyerang kami,” kata Febi.

Baca juga: Rachel/Febi akhiri drama tiga gim atas ganda AS di China Open 2026

Rachel mengatakan mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengambil keuntungan pada gim pertama ketika pasangan China berada dalam posisi kalah angin.

Namun, tekanan serangan Li/Luo tetap menyulitkan Rachel/Febi. Situasi semakin berat pada gim kedua ketika kekuatan pukulan lawan meningkat.

“Di gim pertama posisi mereka kalah angin tapi tekanan serangannya lumayan kencang, padahal itu kesempatan kami untuk mengambil keuntungan. Ketika berbalik di gim kedua, tenaga mereka semakin kuat dan itu menyulitkan kami untuk membalikkan bola dengan bagus,” ujar Rachel.

Meski gagal melaju ke semifinal, Rachel menilai rangkaian pertandingan dalam dua pekan terakhir memberikan banyak pengalaman, terutama dalam mengembangkan variasi pola permainan.

“Banyak yang bisa diambil dari pertandingan-pertandingan di dua minggu ini. Dari beberapa kali main, cukup beda-beda pola yang bisa dimainkan, itu nilai positifnya. Cuma memang ada yang kebaca, ada yang lancar. Ini jadi modal untuk perbaikan ke depan,” kata Rachel.

Baca juga: Rachel/Febi gagal pertahankan gelar juara Australian Open

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.