Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Ratusan ribu buta karena katarak, RI perkuat skrining mata lewat CKG

Ratusan ribu buta karena katarak, RI perkuat skrining mata lewat CKG

ratusan-ribu-buta-karena-katarak,-ri-perkuat-skrining-mata-lewat-ckg
Ratusan ribu buta karena katarak, RI perkuat skrining mata lewat CKG
service

Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan ada sekitar 600-650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025, sehingga pihaknya mengintegrasikan skrining mata dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 dan memastikan layanan operasi katarak dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menekankan kondisi ini mengancam produktivitas nasional, khususnya kelompok usia lanjut (lansia). Data Kemenkes menunjukkan katarak menjadi penyebab utama kebutaan penduduk usia di atas 50 tahun yakni sebesar 81,2 persen.

“Jika katarak tidak ditangani, yang hilang bukan hanya penglihatan, melainkan juga peran sosial dan produktivitas mereka,” ujar Wamenkes Dante di Jakarta, Minggu.

Kemudian, katanya, hasil skrining Program CKG 2025–2026 mengonfirmasi urgensi ini, karena dari 23,35 juta orang yang diperiksa, 2,95 juta diantaranya mengalami gangguan mata.

Wamenkes Dante menjelaskan penderita katarak kehilangan akses terhadap sekitar 80 persen informasi yang diterima melalui indra penglihatan.

Baca juga: Dokter sebut katarak kerap dialami penderitanya tanpa sadar

Selain kedua strategi tersebut, pihaknya juga menggandeng Noor Dubai Foundation (UEA) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) untuk memberikan operasi gratis bagi 500 pasien periode Januari – Mei 2026, yang tersebar di Kalimantan Tengah (200 pasien), NTB (150 pasien), dan NTT (150 pasien).

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar UEA untuk RI dan ASEAN Abdulla Salem Obaid AlDhaheri menyatakan kerja sama ini adalah pilar penting hubungan bilateral UEA-Indonesia.

“Layanan kesehatan adalah fondasi bagi martabat manusia dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Abdulla.

Dia menambahkan program tersebut mencerminkan warisan kemanusiaan pendiri UEA, Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan.

Dia juga mengapresiasi dokter spesialis mata Indonesia yang tergabung dalam Perdami.

Baca juga: RI-UEA kolaborasi hadirkan operasi katarak gratis bagi 500 warga di 3T

“Seluruh prosedur dilakukan oleh spesialis mata Indonesia. Dukungan internasional yang memberdayakan keahlian nasional adalah model kemitraan yang paling efektif,” katanya.

Senada Bupati Kapuas Muhamad Wiyanto berterima kasih atas bantuan tersebut mengingat tingginya biaya operasi mandiri yang bisa mencapai Rp10 juta per mata.

“Tahun lalu peserta sekitar 150 orang, tahun ini meningkat menjadi 200 pasien. Peningkatan ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat sekaligus kepercayaan terhadap program ini,” ungkap Wiyanto.

Dia berharap ke depannya kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030 pemerintah menargetkan minimal 60 persen penderita katarak mendapatkan tindakan operasi dengan hasil tajam penglihatan yang optimal. Pada 2025 realisasi kapasitas operasi nasional telah mencapai 634.642 orang (92 persen dari target).

Baca juga: Kemenkes harap masyarakat makin peduli dengan kesehatan mata

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.