Fri,15 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Relasi Mubadalah Berangkat dari Prinsip Martabat Manusia

Relasi Mubadalah Berangkat dari Prinsip Martabat Manusia

relasi-mubadalah-berangkat-dari-prinsip-martabat-manusia
Relasi Mubadalah Berangkat dari Prinsip Martabat Manusia
service

Mubadalah.id – Perspektif mubadalah menempatkan relasi manusia, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial, sebagai hubungan yang harus dibangun di atas fondasi akhlak yang kokoh.

Akhlak dalam prinsip ini tidak hanya kita maknai sebagai sopan santun, tetapi juga sebagai cara pandang yang menempatkan setiap manusia sebagai subjek yang bermartabat.

Pendekatan ini merumuskan tiga prinsip dasar dalam membangun relasi yang sehat, yaitu bermartabat (karamah insaniyah), adil (‘adalah), dan maslahat (maslahah). Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi etis dalam membangun hubungan yang saling menghormati dan membawa kebaikan bersama.

Prinsip pertama adalah bermartabat atau karamah insaniyah. Dalam pandangan ini, setiap manusia dapat kita pahami sebagai makhluk yang memiliki kemuliaan yang sama di hadapan Tuhan. Laki-laki dan perempuan sama-sama merupakan hamba Allah dan sama-sama memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.

Kesadaran akan martabat kemanusiaan ini menjadi titik awal dalam membangun relasi yang sehat. Dengan cara pandang tersebut, tidak ada manusia yang secara hakiki lebih rendah atau lebih tinggi daripada yang lain. Perbedaan kemampuan, peran sosial, maupun posisi dalam masyarakat tidak boleh menghapus kesetaraan martabat tersebut.

Hilangnya kesadaran tentang martabat manusia sering menjadi penyebab munculnya relasi yang tidak sehat. Ketika seseorang memandang dirinya lebih rendah, ia dapat terjebak dalam posisi yang rentan terhadap penindasan.

Sebaliknya, ketika seseorang memandang orang lain lebih rendah, kondisi tersebut dapat memunculkan perilaku dominasi, kekerasan, maupun praktik ketidakadilan dalam hubungan sosial.

Karena itu, perspektif mubadalah menempatkan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai fondasi utama dalam membangun relasi. Dari prinsip ini kita harapkan lahir hubungan yang berlandaskan semangat kesalingan, kerja sama, serta saling menolong dalam menghadirkan kebaikan bersama. []

*)Sumber Tulisan: Tiga Prinsip Utama Relasi Mubadalah (Bermartabat, Adil, dan Maslahat)

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.