Sat,15 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. RI kecam Israel yang tolak peta jalan pemulihan Jalur Gaza

RI kecam Israel yang tolak peta jalan pemulihan Jalur Gaza

ri-kecam-israel-yang-tolak-peta-jalan-pemulihan-jalur-gaza
RI kecam Israel yang tolak peta jalan pemulihan Jalur Gaza
service

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mengecam keras penolakan rezim zionis Israel terhadap peta jalan 15 poin untuk implementasi rencana komprehensif pemulihan Jalur Gaza dan menyebutnya sebagai upaya menggagalkan terlaksananya kesepakatan internasional.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela, Indonesia menilai peta jalan tersebut merupakan upaya kolektif komunitas dunia dalam menjamin pulihnya kehidupan masyarakat Palestina di Gaza.

“Kami menolak setiap penolakan yang dapat menggagalkan upaya kolektif tersebut,” kata Nabyl dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan rencana komprehensif yang bersifat ekstensif dan didukung oleh banyak pihak tersebut bertujuan mengakhiri perang serta menciptakan stabilitas untuk bangsa Palestina dan negara-negara di kawasan.

Terlebih lagi, rencana pemulihan Gaza telah mendapat restu dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) melalui Resolusi 2803 yang disahkan pada November 2025, ucap dia.

“Indonesia mengingatkan supaya kita kembali pada asas kepatuhan dan komitmen implementasi penuh dari peta jalan rencana komprehensif tersebut,” demikian Nabyl.

Pemimpin rezim zionis Benjamin Netanyahu pada Ahad menyatakan penolakan terhadap rencana pemulihan Gaza yang disusun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

“Israel menolak dokumen 15 poin yang diterbitkan Dewan Perdamaian untuk Gaza,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video seusai rapat kabinet, sebagaimana dikutip harian Yedioth Ahronoth.

“Pasukan Israel tidak akan melaksanakan penarikan diri hingga Hamas sepenuhnya dilucuti,” tambahnya.

Di tengah penolakan Israel, kelompok pejuang Palestina Hamas pada hari yang sama justru menyatakan komitmen mematuhi peta jalan untuk melanjutkan tahapan kedua rencana perdamaian Gaza gagasan Donald Trump meski Netanyahu menolak rencana tersebut.

Dalam pernyataan mereka, Hamas menyatakan serius “terlibat secara bertanggung jawab” dalam implementasi rencana 15 poin tersebut dan menyusun jadwal yang jelas untuk pelaksanaannya.

Proses itu juga harus membuka jalan bagi dimulainya proses rekonstruksi di Gaza dan agar Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) dapat segera melaksanakan kewenangannya, kata Hamas.

Baca juga: Pakistan tolak sikap Netanyahu, desak Israel tinggalkan Gaza

Baca juga: AS tak khawatirkan penolakan Netanyahu soal rencana damai Gaza

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.