Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Sains di balik gerakan salat: Benarkah bisa bikin fisik dan mental lebih sehat?

Sains di balik gerakan salat: Benarkah bisa bikin fisik dan mental lebih sehat?

sains-di-balik-gerakan-salat:-benarkah-bisa-bikin-fisik-dan-mental-lebih-sehat?
Sains di balik gerakan salat: Benarkah bisa bikin fisik dan mental lebih sehat?
service

Salat lebih dari sekadar ibadah wajib bagi umat Muslim. Jika dilakukan dengan koordinasi tubuh dan pikiran yang selaras, gerakan salat dapat diadaptasi sebagai bentuk latihan baru yang berpotensi mendukung kesehatan fisik dan mental.

Sejumlah studi literatur mengungkapkan bahwa manfaat fisik dan fisiologis salat berasal dari gerakannya yang melibatkan hampir seluruh otot dan sendi.

Manfaat gerakan salat disebut-sebut dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit pada pembuluh darah-jantung (kardiovaskular), saraf, hingga metabolisme.

Salat berjamaah di masjid Istiqal, Jakarta. Pixabay/Fuzz

Read more: Apakah orang religius lebih bahagia ketimbang orang tidak religius?


Dengan kondisi nyaman dan khusyuk, salat diduga dapat memberikan efek menenangkan.

Dalam edisi terbaru Ask the Expert, kami mencoba memahami lebih jauh bagaimana gerakan salat dalam memberikan manfaat fisik dan mental.

Kami berbincang dengan Agus Rusdiana, Dosen Ilmu Keolahragaan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Agus mengatakan bahwa gerakan salat (mulai dari berdiri, ruku, duduk di antara dua sujud, hingga bersujud) dapat melancarkan peredaran darah dan melatih fleksibilitas sendi.

Selain itu, manfaat gerakan salat juga bisa melatih pergerakan ruas tulang belakang.

“Gerakannya baik untuk terapi pasien yang punya masalah saraf terjepit, termasuk untuk menyempurnakan postur tubuh agar lebih tegap,” ujarnya.

Agus menambahkan, posisi sujud dalam salat dapat meningkatkan asupan oksigen ke otak sehingga membantu kita menjadi lebih fokus dan relaks.

Tonton video lengkapnya di sini:

Sains di balik gerakan salat.

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik di sini:

YouTube The Conversation Indonesia

TikTok The Conversation Indonesia

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.