Jakarta –
Bunda, menjalani tindakan operasi saat hamil bisa saja membahayakan janin. Namun, tindakan operasi terkadang mesti dilakukan demi menyelamatkan bayi di dalam kandungan.
Kisah ibu hamil menjalani operasi pengangkatan miom belum lama ini dibagikan oleh seorang Bunda bernama Brionna Johnson. Perempuan asal Chicago, Amerika Serikat ini memutuskan untuk menjalani operasi karena ingin menyelamatkan bayinya.
Saat hamil anak kedua, Johnson mengetahui beberapa miom besar yang menekan rahim hingga organ-organ di dalam tubuhnya. Saat memeriksakan kondisinya, dokter menyarankan Johnson untuk menggugurkan kehamilan dan menjalani histerektomi untuk mengangkat fibroid sehingga dapat mencegah perkembangan fibroid di masa mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Histerektomi akan menjadi pilihan terbaik saya, dan saya langsung berkata, ‘tidak mungkin’,,” katanya kepada ABC7, dikutip dari People.
Sejak Oktober 2024, Johnson mengaku telah hidup dengan delapan fibroid (miom) besar di dalam tubuhnya. Namun, dia tidak pernah mengalami menstruasi yang tak normal atau nyeri hebat, Bunda.
Ketika hamil pada Desember 2025, Johnson mulai mengalami gejala yang menyakitkan, yang mendorongnya untuk menemui dokter. Dokter pun menyarankannya untuk menggugurkan kehamilan dan menjalani histerektomi.
Setelah meminta pendapat kedua, Johnson lalu pergi menemui Dr. Pierre Johnson, yang berspesialisasi dalam bidang obstetri dan ginekologi di Loretto Hospital di Chicago. Ia berharap, dokter ini bisa menyelamatkan kehamilannya.
Dr. Pierre Johnson pun menyarankan Johnson untuk menjalani operasi pengangkatan miom yang saat itu ukurannya sudah mencapai 12 kilogram (kg). Dokter akhirnya melakukan operasi saat usia kehamilan Johnson memasuki 17 minggu.
Melalui tindakan operasi dengan sayatan kecil, miom di dalam tubuh Johnson berhasil diangkat. Dokter mengatakan bahwa kasus yang dialami Bunda dua anak ini adalah kasus paling menakjubkan.
Johnson mengatakan bahwa miom besar di dalam tubuhnya ini bukan cuma menimbulkan rasa tidak nyaman. Miom juga menyebabkan berat badannya naik 9 kg hanya dalam 10 minggu, yang menyebabkan perutnya membesar dan menimbulkan sakit punggung.
“Saya benar-benar terlihat seperti sedang hamil delapan bulan,” katanya.
Miom saat hamil
Dokter tersebut mengatakan bahwa miom dapat ‘berubah bentuk’ selama kehamilan karena jumlah hormon, seperti estrogen di dalam tubuh. Perubahan ini juga menjadi alasan mengapa Johnson mulai mengalami gejala yang menyakitkan.
Setelah menjalani operasi, Johnson mulai merasa kondisi tubuhnya lebih baik. Ia tak hanya bisa merasa nyaman, tapi juga lega karena bayi di dalam kandungannya dapat diselamatkan.
“Saya mulai merasakan gerakan dan denyutan janin, rasanya sungguh tidak nyata bahwa saya terbangun dan mendapatkan kesempatan hidup baru serta peluang untuk menjadi seorang ibu,” katanya.
Menurut sebuah sumber, Johnson diperkirakan melahirkan anak keduanya pada bulan Agustus 2026. Operasi pengangkatan miom yang dijalaninya tak memengaruhi kehamilan dan kesuburannya.
Perlu diketahui, menurut Johns Hopkins Medicine , fibroid atau miom merujuk pada tumor padat non-kanker yang tumbuh di rahim. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, Bunda. Gejala miom dapat meliputi ‘menstruasi berat dan berkepanjangan, perdarahan di antara periode menstruasi, tekanan di perut, hingga nyeri panggul.
Setidaknya, diperkirakan 20 hingga 50 persen perempuan usia reproduktif saat ini memiliki miom, dan hingga 77 persen akan mengembangkannya suatu saat selama masa subur. Hanya sekitar sepertiga dari miom ini berukuran cukup besar untuk dideteksi selama pemeriksaan fisik, sehingga seringkali tidak terdiagnosis. Pada lebih dari 99 persen kasus, miom tidak bersifat kanker dan tidak meningkatkan risiko kanker rahim.
Demikian kisah Bunda yang menjalani operasi angkat miom saat hamil, serta penjelasan terkait miom. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)





Comments are closed.