Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Selama Masih Ada Goat Messi di Lapangan, Argentina Selalu Punya Alasan Menang

Selama Masih Ada Goat Messi di Lapangan, Argentina Selalu Punya Alasan Menang

selama-masih-ada-goat-messi-di-lapangan,-argentina-selalu-punya-alasan-menang
Selama Masih Ada Goat Messi di Lapangan, Argentina Selalu Punya Alasan Menang
service

Arina.id − Tidak ada yang menyangka juara bertahan akan sedekat itu dengan pintu keluar. Selama lebih dari satu jam di Atlanta Stadium, Argentina bukan tim yang mengendalikan pertandingan. Mereka justru tampak gugup, kehilangan ritme, dan berkali-kali dipaksa mengejar bayang-bayang permainan disiplin Mesir. Namun, ketika pertandingan memasuki fase penentuan, satu hal kembali terbukti: keberadaan Lionel Messi di atas lapangan.

Argentina akhirnya membalikkan keadaan dan menang dramatis 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan itu membawa Albiceleste melangkah ke perempat final setelah sempat tertinggal dua gol, sebuah kebangkitan yang menjadi salah satu laga paling dramatis sepanjang turnamen. 

Pertandingan ini sejak awal dipromosikan sebagai duel dua ikon generasi modern: Messi melawan Mohamed Salah. Namun kenyataannya, laga berkembang menjadi ujian mental bagi sang juara bertahan.

Mesir datang tanpa beban. Kepercayaan diri mereka sedang tinggi setelah mencatat sejarah dengan menyingkirkan Australia melalui adu penalti, kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia. Pelatih Hossam Hassan berhasil membangun tim yang disiplin bertahan sekaligus tajam saat melakukan transisi. Strategi itu bekerja nyaris sempurna.

Lini pertahanan Argentina yang sebelumnya sudah menunjukkan celah ketika menghadapi Cape Verde kembali terlihat rapuh. Dua gol cepat Mesir melalui Yasser Ibrahim di menit 15 dan Mostafa Ziko di menit ke-58 membuat stadion terdiam. Argentina kehilangan organisasi permainan. Jarak antarlini terlalu renggang, pressing tidak berjalan, sementara Salah menjadi titik awal setiap serangan balik berbahaya. 

Situasi semakin berat ketika Messi gagal mengeksekusi penalti. Kiper Mostafa Shobair membaca arah bola dengan sempurna dan membuat sang kapten kembali gagal dari titik putih dalam turnamen ini. Bagi banyak tim, momen seperti itu biasanya menjadi awal kehancuran. Namun Argentina memiliki karakter yang dibangun melalui pengalaman bertahun-tahun.

Pelatih Lionel Scaloni sebelumnya sudah mengingatkan bahwa Piala Dunia kali ini tidak lagi memiliki favorit mutlak. Hampir semua raksasa mengalami kesulitan, bahkan Brasil dan Jerman sudah lebih dulu tersingkir. Ucapan itu ternyata bukan sekadar diplomasi, melainkan gambaran nyata tentang kerasnya kompetisi tahun ini. 

Ketika pertandingan memasuki fase akhir, Messi mulai mengambil alih kendali. Ia lebih sering turun menjemput bola, membuka ruang, dan memaksa lini pertahanan Mesir bergeser. Dari aksinya lahir assist untuk gol pertama Cristian Romero (menit 79) yang menghidupkan kembali harapan Argentina. Tidak lama kemudian, Messi sendiri mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-83 setelah terus-menerus menekan pertahanan lawan. 

Mesir yang sebelumnya begitu tenang mulai kehilangan konsentrasi. Energi mereka terkuras setelah bertahan sepanjang pertandingan. Kesalahan dalam membangun serangan memberi Argentina kesempatan melakukan tekanan terakhir.

Puncaknya hadir ketika Enzo Fernandez di menit 90+2 menyundul bola hasil umpan Lautaro Martinez untuk membawa Argentina unggul 3-2. Gol itu bukan sekadar penentu kemenangan, melainkan simbol bagaimana pengalaman dan kualitas individu masih mampu mengubah arah pertandingan hanya dalam hitungan menit. 

Bagi Messi, laga ini mungkin tidak akan dikenang karena gol atau assist semata. Justru kegagalannya mengeksekusi penalti membuat penampilannya terasa lebih manusiawi. Ia sempat jatuh, tetapi tidak pernah kehilangan pengaruh terhadap permainan. Saat Argentina paling membutuhkan pemimpin, ia tetap menjadi pusat gravitasi seluruh serangan.

Di sisi lain, Mesir pantas meninggalkan turnamen dengan kebanggaan. Tim Afrika Utara itu tidak bermain sebagai underdog yang hanya bertahan. Mereka berani menyerang, mampu memanfaatkan kelemahan Argentina, dan nyaris menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia tahun ini. Disiplin organisasi permainan, keberanian menyerang melalui Salah, serta penampilan luar biasa Mostafa Shobair menunjukkan bahwa Mesir kini telah berkembang menjadi kekuatan yang mampu bersaing dengan negara-negara elite.

Bagi Argentina sendiri, kemenangan ini juga membawa pesan penting. Dua pertandingan berturut-turut—melawan Cape Verde dan Mesir—menunjukkan bahwa status juara bertahan tidak lagi membuat lawan gentar. Albiceleste memang masih hidup, tetapi mereka juga memperlihatkan kelemahan yang bisa dieksploitasi lawan berikutnya. Jika ingin mempertahankan gelar, Argentina harus segera memperbaiki koordinasi lini belakang dan meningkatkan intensitas pressing sejak menit pertama.

Mereka memang lolos ke perempat final. Namun perjalanan menuju trofi kini semakin berat. Yang menyelamatkan mereka kali ini bukan dominasi permainan, melainkan ketangguhan mental dan kemampuan bangkit di saat yang paling genting. Dan selama Messi masih mengenakan seragam biru-putih, Argentina tampaknya akan terus menemukan cara untuk bertahan di ajang sepak bola paling bergengsi ini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.