Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Siapa Farrar, Rival Budi Sadikin, untuk Calon Direktur Jenderal WHO

Siapa Farrar, Rival Budi Sadikin, untuk Calon Direktur Jenderal WHO

siapa-farrar,-rival-budi-sadikin,-untuk-calon-direktur-jenderal-who
Siapa Farrar, Rival Budi Sadikin, untuk Calon Direktur Jenderal WHO
service

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, disebut sebagai kandidat kuat untuk posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Namun, dia memiliki 11 rival lain, seorang di antaranya adalah Jeremy Farrar dari Inggris.

Perbincangan calon direktur jenderal WHO ini mulai kencang menjelang berakhirnya mandat Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Agustus 2027. Health Policy Watch menggambarkan manuver politik penuh intrik untuk menentukan posisi itu makin intensif.

Lobi-lobi terjadi di gedung-gedung pemerintahan Jenewa dan ibu kota-ibu kota di seluruh dunia. Pengumuman resmi nominasi diperkirakan dilakukan pada April 2026 ini.

Sebagai mantan Direktur Wellcome Trust, Farrar mengelola portofolio riset global yang sangat besar dengan rekam jejak tata kelola keuangan yang kuat.

Sebagai warga negara Inggris yang lahir di Singapura dan dibesarkan di Selandia Baru, Siprus, dan Libya, pengalaman pelatihan dan penelitiannya mencakup Asia dan Eropa, serta belahan bumi Utara dan Selatan.

Rekam jejak penelitiannya sangat patut dihormati. Pada tahun 2004, ia dan rekannya dari Vietnam, Tran Tinh Hien, mengidentifikasi kemunculan kembali flu burung yang mematikan, atau H5N1, pada manusia.

Meskipun demikian, Farrar menghadapi tantangan signifikan sebagai anggota tim kepemimpinan senior Tedros. Sebab, ia terkait dengan rekam jejak Tedros.

Selain itu, Farrar menjadi sasaran berbagai serangan dari pendukung teori kebocoran laboratorium SARS-CoV2. Penyokong teori ini tidak menyukai pendirian Farrar yang mendukung teori asal usul alami virus itu.

Perdebatan teori ini penuh gejolak itu dan belum terselesaikan. Banyak ilmuwan terkemuka yang berpihak pada kedua sisi. Saat ini, iklim politik pemerintahan AS bersikap hostile terhadap WHO.

Kedekatan Farrar dengan posisi-posisi awal ini dianggap sebagai kemungkinan “pemutus kesepakatan” bagi Washington. Hal ini berpotensi mengasingkan donor yang sangat ingin dirayu kembali oleh WHO.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.