Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Siapa Sangka, Ternyata Arang Kulit Kemiri Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif

Siapa Sangka, Ternyata Arang Kulit Kemiri Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif

siapa-sangka,-ternyata-arang-kulit-kemiri-bisa-jadi-bahan-bakar-alternatif
Siapa Sangka, Ternyata Arang Kulit Kemiri Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif
service

18 Juni 2026 18.00 WIB • 2 menit

Dok. Forest & Kim Starr (Wikimedia)


Upaya mengejar target emisi nol bersih atau Net Zero Emission mendorong para peneliti untuk mencari alternatif bahan baku teknologi yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan. Salah satu fokus yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan limbah biomassa lokal, seperti kulit kemiri, untuk diolah menjadi biochar atau arang hayati.

Arang ini kemudian dimodifikasi menjadi material pembawa katalis guna mengubah gas karbon dioksida (CO2) menjadi produk yang memiliki nilai guna baru.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Katalisis BRIN, Wiyanti Fransisca Simanullang, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk mempercepat proses hidrogenasi (CO2). Reaksi kimia tersebut mampu mengubah gas buang hasil emisi menjadi komoditas lain seperti metana, karbon monoksida, hingga alkohol.

Tantangan terbesar dalam riset ini adalah sifat molekul karbon dioksida yang sangat stabil secara termodinamika, sehingga membutuhkan material perantara yang aktif namun tetap ekonomis agar bisa diterapkan dalam skala industri.

Selama ini, riset global untuk mereduksi emisi gas rumah kaca masih bergantung pada penggunaan logam mulia seperti platinum atau paladium.

Siasat Menjaga Stabilitas Logam di Suhu Tinggi

Penggunaan nikel sebagai material aktif pengganti logam mulia bukan tanpa hambatan. Karakteristik nikel cenderung mudah menggumpal dan kehilangan keaktifannya saat dioperasikan dalam lingkungan bersuhu tinggi.

Untuk mengatasi kendala mekanis tersebut, peneliti menerapkan metode dekorasi silika yang berfungsi membentuk lapisan pelindung pada permukaan material.

Struktur silika ini bertugas menjaga agar partikel-partikel kecil nikel tetap tersebar merata dan stabil di atas permukaan arang kemiri saat proses pemutusan ikatan kimia molekul $CO_2$ berlangsung.

Pengujian di laboratorium menggunakan sistem aliran berkelanjutan (fixed-bed reactor) menunjukkan bahwa penambahan unsur silika secara selektif mampu melindungi logam aktif utama, sehingga nikel tetap bekerja optimal bahkan pada kondisi suhu rendah.

Melalui pengamatan menggunakan instrumen teknologi mutakhir berbasis sinkrotron, interaksi antara nikel dan hidrogen terdeteksi mencapai titik paling optimal pada bilangan gelombang 106,0 cm⁻¹.

Sistem tunggal nikel dengan dekorasi pelindung ini mencatatkan performa terbaik dalam menghasilkan laju reaksi yang stabil untuk mengonversi gas buang menjadi senyawa baru.

Target Hilirisasi dan Pengembangan Katalis Cair

Inovasi berbasis laboratorium ini selanjutnya diarahkan masuk ke dalam peta jalan hilirisasi teknologi jangka panjang. Tahap awal pengembangan difokuskan pada standarisasi dan optimalisasi pembuatan arang aktif dengan memanfaatkan pasokan limbah kulit kemiri domestik secara berkelanjutan.

Rencana riset berikutnya akan digeser untuk mulai memproduksi metanol cair langsung dari hasil konversi gas buang tersebut.

Selain itu, tim peneliti juga tengah menyiapkan pengembangan komponen pendukung lain berupa katalis bebas logam yang berbasis pada material nitrogen-doped biochar.

Melalui rangkaian pengembangan teknologi terapan ini, pemanfaatan limbah sisa perkebunan tidak hanya berhenti sebagai tumpukan sampah agroindustri.

Langkah ini membuka peluang bagi penguatan ekonomi hijau melalui penyediaan bahan bakar alternatif lokal, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan mitra industri untuk mempercepat proses komersialisasi teknologi di pasar domestik.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.