Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Silaturahim NU dan Muhammadiyah Temanggung Teguhkan Sanad Keilmuan, Kuatkan Kerja Sama untuk Umat

Silaturahim NU dan Muhammadiyah Temanggung Teguhkan Sanad Keilmuan, Kuatkan Kerja Sama untuk Umat

silaturahim-nu-dan-muhammadiyah-temanggung-teguhkan-sanad-keilmuan,-kuatkan-kerja-sama-untuk-umat
Silaturahim NU dan Muhammadiyah Temanggung Teguhkan Sanad Keilmuan, Kuatkan Kerja Sama untuk Umat
service

Temanggung, NU Online
Peringatan Hari Santri bukan sekadar acara tahunan, tetapi merupakan momentum spiritual dan historis untuk meneguhkan kembali peran santri dalam membangun bangsa.

Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sebuah langkah penuh makna diambil oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung dengan bersilaturahim ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung. Silaturahim ini berlangsung pada Ahad (19/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, PCNU Temanggung membawa dan menghadiahkan kepada PCMU Muhammadiyah beberapa kitab karya KH Sholeh Darat Semarang.

Kiai Sholeh Darat adalah seorang ulama besar yang menjadi guru dari dua tokoh pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia: KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).

“Kedua tokoh tersebut menimba ilmu dari KH Sholeh Darat, bukan hanya dalam hal syariat, tetapi juga dalam adab, keikhlasan, dan semangat pembaruan. Maka, silaturahim ini bukan sekadar pertemuan kelembagaan, melainkan bentuk peneguhan sanad keilmuan dan ruh persaudaraan,” kata Ketua PCNU Temanggung, KH Nurul Yaqin (Gus Nurul) diberitkan NU Online Jateng.

Gus Nurul menjelaskan bahwa kedua tokoh tersebut sama-sama santri yang mendapatkan mandat perjuangan dari para kiai untuk berkhidmat membangun umat.

Kitab-kitab yang dibawa dalam silaturahim ini di antaranya adalah Syarah al-Hikam, Sabil al-‘Abid, dan Majmu’ah al-Syari’ah al-Kafiyah lil-‘Awam.

“Beberapa di antaranya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sementara sebagian lainnya masih dalam bentuk asli beraksara Arab Pegon. Tujuannya tak lain adalah sebagai teladan bahwa NU dan Muhammadiyah diharapkan mampu memahamkan umat mengenai ajaran agama secara mendalam agar dapat diamalkan dengan baik,” imbuh Gus Nurul Yaqin.

Ditambahkan bahwa KH Sholeh Darat pernah menyatakan, “Ilmu yang tidak difahami oleh umat, bukanlah ilmu yang bermanfaat.”

Dalam semangat Hari Santri, NU dan Muhammadiyah menegaskan kembali peran santri sebagai penjaga ilmu dan penggerak perubahan. NU dengan semboyan “Menjaga Tradisi, Merawat Perubahan” dan Muhammadiyah dengan semangat “Beramar Ma’ruf Nahi Munkar”, keduanya berakar pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“KH Hasyim Asy’ari pernah berpesan: Jika engkau ingin selamat dunia akhirat, maka peliharalah adab” Lalu KH Ahmad Dahlan pun menegaskan: “Agama itu jangan hanya dipikirkan, tapi diamalkan.” Kata-kata para pendiri tersebut menjadi pelita dalam silaturahim yang berlangsung hangat dan penuh harapan. Di tengah tantangan zaman, ukhuwah Islamiyah harus terus dirawat. Santri dari berbagai latar belakang harus bersatu dalam semangat keilmuan, kebangsaan, dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Gus Nurul menegaskan bahwa NU dan Muhammadiyah adalah dua ormas Islam yang ikut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena itu, menjadi kewajiban kedua ormas ini untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan kepada generasi muda, khususnya pemuda Islam, di tengah maraknya lembaga-lembaga yang mengajarkan paham anti-NKRI,”
terangnya.

Sementara itu, Ketua PDM Temanggung, Ustadz Haji Makmun Pitoyo, mengajak PCNU untuk bersama-sama berdakwah dan berbuat untuk Temanggung, khususnya dalam menghadapi keprihatinan atas meningkatnya kasus narkoba serta penyimpangan seksual (LGBT) di daerah tersebut.

Tak lupa, Ustadz Pitoyo menyampaikan ungkapan empati atas musibah yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo. “Nek sedulure di jiwit, kene yo melu loro.” (Kalau saudaranya dicubit, kami juga ikut merasakan sakit),” ungkapnya sebagai bentuk belasungkawa atas musibah tersebut.

Ia juga mengaku prihatin terhadap pemberitaan miring tentang budaya pesantren oleh salah satu stasiun televisi nasional yang sempat viral baru-baru ini.

“Mari kita jadikan Hari Santri 2025 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperdalam ilmu, dan memperluas manfaat. Karena menjadi santri tidak cukup hanya dengan tinggal di pesantren, tetapi lebih kepada bagaimana menjaga adab, mengamalkan ilmu, dan berjuang demi kemaslahatan umat,”
ajaknya.

Selain kunjungan ke PDM Muhammadiyah, rangkaian Hari Santri PCNU Temanggung juga diisi dengan  talk show bertajuk Gen Z Ayo Nyantri. Kegiatan ini diadakan SMA Nur Lintang, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu rangaian Hari Santri 2025.

Ketua PCNU Temanggung, KH Muchamad Nurul Yaqin (Gus Nurul Yaqin), menyampaikan bahwa kegiatan talk show ini menjadi ajang untuk meningkatkan kapasitas para admin media sosial pondok pesantren. “Bagaimana mengolah media sosial dengan baik dan menarik, ini menjadi salah satu tujuan utama dari kegiatan hari ini,” katanya.

Ia berharap ke depan pondok pesantren menjadi pilihan menarik bagi generasi Z dalam melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh muda NU, Gus Romzi Ahmad yang mengajak para konten kreator di lingkungan pondok pesantren agar tidak takut untuk kembali membuat konten. 

Ia mendorong mereka untuk lebih aktif dalam mengomunikasikan dan menjelaskan kepada publik berbagai tradisi yang ada di pesantren.

Gus Romzi menegaskan bahwa peran admin media sosial di pesantren sangat penting dalam menjembatani pemahaman masyarakat terhadap kehidupan pesantren. “Keberhasilan masyarakat Indonesia dalam memahami ajaran keagamaan melalui pondok pesantren itu juga dikuatkan oleh tradisi-tradisi yang ada di sana,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Temanggung, Nadia Muna, menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan media pesantren.

Pihaknya berharap agar media-media pesantren mampu memberikan edukasi dan pemberdayaan yang maksimal kepada para peserta.

“Untuk sama-sama mensyiarkan agama Islam dan juga memberikan informasi yang bagus dan tidak miss informasi kepada masyarakat luas, agar informasi di pesantren ini bisa mengembangkan potensi-potensi media sosial yang ada di pesantren,” katanya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.