Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Sowan ke Gus Yahya, Fatayat NU dan IPPNU Teguhkan Komitmen Kaderisasi Berjenjang

Sowan ke Gus Yahya, Fatayat NU dan IPPNU Teguhkan Komitmen Kaderisasi Berjenjang

sowan-ke-gus-yahya,-fatayat-nu-dan-ippnu-teguhkan-komitmen-kaderisasi-berjenjang
Sowan ke Gus Yahya, Fatayat NU dan IPPNU Teguhkan Komitmen Kaderisasi Berjenjang
service

Jakarta, NU Online

Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melakukan sowan silaturahim Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah ke kediaman Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (31/3/2026).

Melalui agenda sowan ini, kedua organisasi badan otonom perempuan NU itu meneguhkan komitmen bersama dalam membangun kaderisasi berjenjang yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya menegaskan pentingnya sistem kaderisasi yang tersusun rapi, berjenjang, dan berkelanjutan sebagai fondasi utama keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, kaderisasi tidak hanya berfungsi menjaga regenerasi, tetapi juga memastikan kualitas kepemimpinan di masa depan tetap terarah dan kuat.

“Kaderisasi harus berjalan sistematis dan berjenjang. Ini penting agar organisasi memiliki kesinambungan dan mampu melahirkan kader-kader yang siap memikul tanggung jawab di setiap level,” ujar Gus Yahya.

Ia menjelaskan bahwa penguatan kader tidak cukup hanya melalui rutinitas organisasi, tetapi perlu ditopang oleh pelatihan yang terstruktur serta diseminasi wawasan yang luas. Hal ini menjadi kunci agar kader memiliki kapasitas intelektual, kepekaan sosial, dan kesiapan menghadapi dinamika zaman.

Gus Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga tatanan dan mekanisme organisasi, termasuk penghormatan terhadap struktur dan proses yang telah ditetapkan.

Menurutnya, ketertiban dalam organisasi akan melahirkan soliditas yang kuat dan menghindarkan dari potensi disorientasi gerakan.

“Kita perlu memastikan bahwa setiap kader tumbuh dalam sistem yang tertata. Dengan begitu, arah gerak organisasi akan tetap terjaga dan tidak mudah goyah,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Yahya menekankan bahwa kaderisasi harus mampu melahirkan kader unggul yang tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan kesiapan berkontribusi di tengah masyarakat. Ia menilai peran Fatayat NU dan IPPNU sangat strategis dalam menyiapkan generasi tersebut.

Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah PP Fatayat NU Neyla Saida Anwar menyampaikan bahwa silaturahim ini menjadi ruang penting untuk memperkuat arah gerak kaderisasi Fatayat NU ke depan.

Ia menilai arahan dari Gus Yahya menjadi pijakan dalam menyusun program yang lebih terstruktur dan berdampak.

“Kami meneguhkan komitmen untuk memperkuat kaderisasi berjenjang, sekaligus melanjutkan amanah almarhumah Ketua Umum Fatayat NU Sahabat Margaret Aliyatul Maimunah untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan diseminasi wawasan bagi kader Fatayat NU,” ujarnya.

Neyla menjelaskan, Fatayat NU akan terus mengembangkan model pelatihan yang adaptif dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi. Upaya ini dilakukan agar kader mampu menjawab tantangan sosial sekaligus menjaga jati diri ke-NU-an.

Ia menambahkan, penguatan kaderisasi juga diarahkan untuk membangun ketahanan organisasi dan memperluas kontribusi perempuan NU dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PP IPPNU Whasfi Velasufah menyebut silaturahim ini sebagai bagian dari konsolidasi gerakan pelajar putri NU dalam memperkuat sistem kaderisasi sejak dini. Menurutnya, IPPNU memiliki peran penting dalam menyiapkan kader pada level awal.

“Kami memandang kaderisasi sebagai proses jangka panjang yang harus dimulai sejak pelajar. Karena itu, penguatan sistem dan pola pembinaan menjadi prioritas kami,” katanya.

Vela menjelaskan, IPPNU akan terus mendorong penguatan kapasitas kader melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan wawasan. Hal ini sejalan dengan arahan PBNU agar kader memiliki kesiapan menghadapi perubahan sosial yang semakin kompleks.

Ia menambahkan, IPPNU berkomitmen menjaga kesinambungan kaderisasi dengan memperkuat koordinasi lintas jenjang organisasi.

“Dengan demikian, proses pembinaan kader dapat berjalan selaras dan berkelanjutan dari tingkat pelajar hingga dewasa,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.