Tue,21 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Spesies Katak Baru Penghuni Serasah Merapi

Spesies Katak Baru Penghuni Serasah Merapi

spesies-katak-baru-penghuni-serasah-merapi
Spesies Katak Baru Penghuni Serasah Merapi
service

Tubuh katak ini mungil, panjangnya hanya sekitar dua kuku jempol orang dewasa. Dibandingkan tiga kerabatnya, ia paling mungil. Kulitnya juga lebih halus, dengan warna yang seragam. Panggilan panjangnya hanya sekejap, namun bernada tinggi. Sementara kerabatnya lebih “cerewet”. Inilah katak spesies baru, penghuni serasah Gunung Merapi. Sekelompok peneliti menemukannya tanpa sengaja, saat melakukan riset untuk meninjau ulang taksonomi katak genus Philautus di Jawa. Kali ini peneliti memakai pendekatan integratif. Mereka berasal dari BRIN, beberapa universitas, dan Herpetological Society of Indonesia. “Melalui pendekatan integratif, mulai dari morfologi, bioakustik, hingga analisis molekuler, kami dapat memahami biodiversitas secara lebih utuh sekaligus memperkuat dasar ilmiah untuk upaya konservasi spesies di masa depan,” ungkap Alamsyah Elang Nusa Herlambang, peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN, dalam akun IG BRIN, Jumat (3/7/26). Saat ini ada beberapa spesies Philautus di Jawa yang status taksonominya masih membingungkan. Pakar merasa perlu memastikan, dengan cara memeriksa ulang lewat data morfologi, suara, dan genetik. Genus Philautus terdiri 52 spesies, 3 di antaranya endemik Jawa. Yaitu Philautus jacobsoni, ditemukan di Gunung Ungaran (Jawa Tengah), Philautus pallidipes di Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), dan Philautus aurifasciatus di Gunung Tangkuban. Dengan ditemukannya spesies baru yang diberi nama Philautus candrageni di lereng Gunung Merapi, maka kini di Jawa ada 4 spesies untuk genus ini. Genus Philautus atau katak semak tersebar luas di Asia Selatan dan sangat beragam. Sayangnya, P. pallidipes dan P. jacobsoni sudah dianggap spesies yang hilang, karena hanya dikenal lewat spesimennya. Bahkan mungkin, P. jacobsoni telah punah di alam liar karena tidak ada pengamatan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.