Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Studi Terbaru Ungkap Dampak Mual saat Hamil Bisa Picu Gangguan Kecemasan dan Depresi

Studi Terbaru Ungkap Dampak Mual saat Hamil Bisa Picu Gangguan Kecemasan dan Depresi

studi-terbaru-ungkap-dampak-mual-saat-hamil-bisa-picu-gangguan-kecemasan-dan-depresi
Studi Terbaru Ungkap Dampak Mual saat Hamil Bisa Picu Gangguan Kecemasan dan Depresi
service

Jakarta

Mual adalah gejala umum kehamilan yang dikaitkan dengan perubahan hormon, Bunda. Hingga kini, sudah banyak studi meneliti penyebab mual dan dampaknya pada kesehatan ibu serta perkembangan janin.

Studi terbaru mengungkap kaitan antara mual dengan masalah kesehatan mental. Studi yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports ini menunjukkan bahwa mual yang berkelanjutan dapat menandakan risiko kecemasan dan depresi pada ibu hamil.

Dilansir News Medical, studi ini melacak 424 ibu hamil, yang dikelompokkan berdasarkan pada kehamilan awal, pertengahan, dan akhir. Studi yang dilakukan antara Maret 2024 hingga Oktober 2025 ini mengevaluasi bagaimana tingkat keparahan dan durasi mual berkorelasi dengan kesehatan mental dan hasil persalinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi menggunakan kerangka penilaian ganda untuk mengevaluasi mual. Pertama, peserta memberikan penilaian subjektif tiga tingkat tentang sejauh mana mual memengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari ‘tidak mengganggu’ hingga ‘mengganggu aktivitas sehari-hari’.

Para ibu hamil juga mengisi Emesis Index (EI) atau skala kuantitatif yang menstandarisasi frekuensi gejala dengan mengevaluasi mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, produksi air liur, dan ketidaknyamanan di area mulut.

Kedua, peneliti mengukur status psikologis ibu menggunakan dua skala klinis, State-Trait Anxiety Inventory (STAI) untuk mengukur kecemasan situasional dan kecemasan dasar, dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) untuk menilai gejala depresi selama dua minggu sebelumnya.

Terakhir, peneliti menganalisis rekam medis peserta untuk mengetahui hasil klinis seperti diabetes gestasional, perdarahan pasca persalinan, dan perawatan intensif bayi baru lahir. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan evaluasi mual.

Hasil penelitian tentang dampak mual pada kesehatan mental

Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara mual dan tekanan psikologis. Pada awal kehamilan, ibu hamil yang melaporkan gejala subjektif yang parah, dengan skor kecemasan yang jauh lebih tinggi (49,6 dibandingkan 41,2 untuk perempuan tanpa gejala) dan skor depresi yang lebih tinggi (11 dibandingkan 3,7).

Hasil tersebut tetap kuat bahkan setelah disesuaikan dengan variabel usia, indeks massa tubuh (IMT), nuliparitas (perempuan yang belum pernah melahirkan, dan riwayat psikiatri sebelumnya.

Selain itu, skor durasi mual yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan skor gejala kecemasan dan depresi yang lebih tinggi. Di antara ibu hamil dalam subkelompok penilaian, keluhan mual menetap selama ketiga trimester, di mana prevalensi riwayat psikiatri sebelumnya mendekati 40 persen.

Meskipun penelitian ini terbatas karena kurangnya data asupan makanan dan pola perubahan berat badan selama kehamilan, temuan menunjukkan bahwa mual yang berkelanjutan selama kehamilan dapat berfungsi sebagai indikator klinis seorang ibu hamil mungkin membutuhkan dukungan psikologis.

Ke depannya, dokter kandungan harus melihat lebih dari sekadar gejala fisik mual yang dianggap normal pada ibu hamil. Melalui studi ini, dokter bisa menerapkan penilaian kesehatan mental yang proaktif dan perawatan suportif bagi ibu hamil yang mengalami mual terus-menerus.

Demikian temuan studi yang mengungkap dampak mual terus-menerus selama hamil dengan risiko gangguan kecemasan dan depresi. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.