Suara Lantang Siti Nurhaliza untuk Palestina, Minta Bebaskan Relawan Global Sumud Flotilla yang Ditahan Israel

Suara Lantang Siti Nurhaliza untuk Palestina, Minta Bebaskan Relawan Global Sumud Flotilla yang Ditahan Israel

KUALA LUMPUR, ISLAMI.CO- Penyanyi legendaris asal Malaysia Siti Nurhaliza bersuara lantang untuk Palestina. Ia juga meminta publik dunia mendesak pembebasan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).

Relawan gabungan dari pelbagai dunia itu kini  ditahan tentara zionis Israel. Rombongan ini sedang dalam perjalanan mengantarkan bantuan ke Gaza dan disergap Israel sebelum bisa memasuki Gaza.

“Sebagai rakyat Malaysia saya mendesak pembebasan segera relawan Malaysia yang ditahan tentara zionis,” kata Siti Nurhaliza melalui video yang diunggah dalam akun media sosial Instagram Siti Nurhaliza Tarudin @ctdk.

Pelantun lagu Cindai yang juga populer di Indonesia itu menegaskan misi relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla adalah demi kemanusiaan, demi Gaza yang dikangkangi Israel.

Relawan ini sendiri membawa makanan dan g melibatkan sedikitnya relawan dari 44 negara dengan puluhan kapal.

Siti Nurhaliza lantas menegaskan, relawan ini merupakan murni misi kemanusiaan untuk mengantarkan bantuan dengan damai dan mematuhi undang-undang internasional.

“Seluruh dunia wajib bersuara dan memastikan mereka dibebaskan segera,” katanya.

Siti juga mengatakan penahanan terhadap relawan Global Sumud Flotilla merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Adapun aangkatan laut Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza.

Pencegatan armada tersebut mengakhiri upaya kapal-kapal internasional tersebut menembus blokade Israel atas wilayah Palestina yang dilanda penjajahan tak berkesduahan.

Armada Global Sumud melibatkan sekitar 44 kapal yang membawa politisi dan aktivis, termasuk aktivis ikonik asal Swedia Greta Thunberg.

Armada Global Sumud meninggalkan Spanyol bulan lalu, dengan tujuan untuk mematahkan blokade Israel atas wilayah Palestina, tempat PBB menyatakan kelaparan telah melanda.

Indonesia sendiri juga ikut dalam rombongan global kemanusiaan itu, antara lain,Wanda Hamidah, Fathur Harits, dan Muhammad Husein. Ketiganya, berdasarkan keterangan dari Kementerian Luar Negeri saat ini dalam kondisi aman dan masih dihubungi oleh pihak otoritas.