Jakarta (ANTARA) – Tunggal putri China Chen Yu Fei menegaskan makin kuatnya persaingan pemain muda pada tunggal putri setelah sang pemain menjuarai Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu.
Chen mengatakan kehadiran pemain muda dalam turnamen level elite seperti Indonesia Masters membawa dampak positif bagi perkembangan tunggal putri karena mendorong peningkatan kualitas persaingan.
“Menurut saya ini adalah hal yang sangat bagus. Ada pemain senior dan ada pemain muda bisa bersaing dan mendorong perkembangan tunggal putri,” kata Chei yang berusia 27 tahun.
Pebulu tangkis peringkat empat dunia itu menjadi juara setelah mengalahkan atlet muda Thailand berusia 19 tahun, Pitchamon Opatniputh, dalam final dengan 23-21, 21-13.
Baca juga: Alwi Farhan kembalikan gelar tunggal putra tuan rumah di Istora
Chen menyebut Indonesia Masters ajang yang tepat bagi pemain muda untuk menguji kemampuan menghadapi pemain berpengalaman dan mempercepat proses regenerasi tunggal putri.
Chen tercatat tampil konsisten tanpa kehilangan satu gim pun sejak babak awal Indonesia Masters yang kini sudah dua kali dia juarai setelah edisi 2022.
Chen mengapresiasi atmosfer Istora Senayan yang dinilainya selalu memberikan energi tambahan bagi para pemain.
“Di sini selalu sangat ramai dan penuh semangat. Saya senang bermain di Istora,” kata peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu.
Baca juga: Indonesia Masters bangun euforia Istora jelang Indonesia Open 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.