Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Tak dapat Nobel Perdamaian pangkal Trump ingin caplok Greenland

Tak dapat Nobel Perdamaian pangkal Trump ingin caplok Greenland

tak-dapat-nobel-perdamaian-pangkal-trump-ingin-caplok-greenland
Tak dapat Nobel Perdamaian pangkal Trump ingin caplok Greenland
service

Moskow (ANTARA) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan dalam sebuah surat kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store bahwa tuntutannya untuk menguasai Greenland berawal dari penolakan Komite Nobel Norwegia memberikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada orang nomor 1 di negara Paman Sam tersebut.

Hal itu disampaikan jurnalis PBS, Nick Schifrin, Senin (19/1), dengan mengutip isi surat tersebut. Schifrin mengatakan memperoleh teks surat itu dari sejumlah pejabat, dan dokumen tersebut kini beredar di kalangan para duta besar Eropa di Washington melalui Dewan Keamanan Nasional AS.

“Yang terhormat Jonas: Mengingat negara Anda memutuskan untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian atas keberhasilan menghentikan delapan perang dan bahkan lebih, saya tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan perdamaian,” demikian Schifrin mengutip pernyataan Trump dalam surat tersebut.

“Meskipun hal itu (memikirkan perdamaian) akan selalu menjadi yang utama, tetapi kini (saya) dapat memikirkan apa yang baik dan pantas bagi Amerika Serikat,” bunyi surat itu lagi, melalui platform media sosial X.

Dalam surat itu, Trump kembali menegaskan pandangannya bahwa Denmark tidak mampu melindungi Greenland dari Rusia atau China, serta mempertanyakan hak kedaulatan Denmark atas pulau terbesar di dunia tersebut.

“Saya telah melakukan lebih banyak hal untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dibandingkan siapa pun sejak organisasi itu didirikan, dan kini NATO seharusnya melakukan sesuatu untuk AS. Dunia tidak akan aman kecuali kita memiliki kendali penuh dan total atas Greenland,” tulis Trump.

Trump berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS dengan alasan kepentingan strategis bagi keamanan nasional.

Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland telah memperingatkan AS agar tidak berupaya mengambil alih pulau tersebut, seraya menegaskan harapan mereka agar kedaulatan wilayah bersama tetap dihormati.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur pemerintahan sendiri dan menentukan kebijakan dalam negeri secara mandiri.

Sumber: Sputnik/RIA-Novosti-OANA

Baca juga: Beijing minta AS berhenti jadikan China alasan mengambil Greenland

Baca juga: Trump berjanji akan hilangkan “ancaman Rusia” dari Greenland

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.