Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 16 narapidana Lapas Kelas 2B Blitar bebas dan bisa menghirup udara segar. Senyum syukur pada narapidana ini terpancar saat mereka secara resmi dinyatakan bebas dan diizinkan kembali ke rumah, setelah mendapatkan hak integrasi.
Program integrasi ini merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan. Ini juga sekaligus solusi strategis dalam mengatasi permasalahan kelebihan kapasitas di dalam Lapas Blitar.
Meski bertujuan mengurangi kepadatan, kebebasan 16 warga binaan ini tidak didapat dengan cuma-cuma. Mereka harus melewati penyaringan berlapis, mulai dari pemenuhan syarat administratif yang rigid hingga penilaian substansi terkait perubahan perilaku selama di dalam sel.
Proses panjang dan berjenjang ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang menghirup udara bebas hari ini adalah individu yang benar-benar siap melakukan reintegrasi sosial dan tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.
Kepala Lapas Blitar, Romi Novitrion, yang melepas langsung ke-16 warga binaan tersebut, menegaskan bahwa program integrasi adalah instrumen vital dalam manajemen pemasyarakatan modern.
“Bebasnya 16 warga binaan hari ini menjadi bukti bahwa pemenuhan hak integrasi berjalan sesuai aturan. Ini bukan hanya soal memberikan hak, tapi juga solusi strategis dalam mengatasi permasalahan kelebihan kapasitas yang kami hadapi,” tegas Romi, pada Rabu (21/01/2026).
Sejatinya Lapas Kelas 2 B Blitar memang mengalami over kapasitas. Lembaga pemasyarakatan yang setajinya hanya diperuntukkan bagi 140 an narapidana itu ternyata dihuni hampi 600 orang.
Kebijakan ini pun menjadi salah satu solusi untuk mengurangi over kapasitas yang ada di Lapas Kelas 2B Blitar. Kebebasan ini menjadi pertaruhan bagi para mantan narapidana tersebut. Pihak Lapas menekankan bahwa transformasi pemasyarakatan yang humanis hanya akan berhasil jika para alumni Lapas ini mampu membuktikan diri di masyarakat.
“Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Jadilah pribadi yang bermanfaat dan jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama,” pesan Romi kepada para warga binaan yang bersiap melangkah keluar.
Lapas Blitar berkomitmen untuk terus menggeber program integrasi serupa sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di dalam hunian yang kian terbatas. [owi/aje]


Comments are closed.