Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Hukum
  3. Tekan Over Kapasitas, 16 Narapidana Lapas Blitar Dibebaskan

Tekan Over Kapasitas, 16 Narapidana Lapas Blitar Dibebaskan

tekan-over-kapasitas,-16-narapidana-lapas-blitar-dibebaskan
Tekan Over Kapasitas, 16 Narapidana Lapas Blitar Dibebaskan
service

Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 16 narapidana Lapas Kelas 2B Blitar bebas dan bisa menghirup udara segar. Senyum syukur pada narapidana ini terpancar saat mereka secara resmi dinyatakan bebas dan diizinkan kembali ke rumah, setelah mendapatkan hak integrasi.

Program integrasi ini merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan. Ini juga sekaligus solusi strategis dalam mengatasi permasalahan kelebihan kapasitas di dalam Lapas Blitar.

Meski bertujuan mengurangi kepadatan, kebebasan 16 warga binaan ini tidak didapat dengan cuma-cuma. Mereka harus melewati penyaringan berlapis, mulai dari pemenuhan syarat administratif yang rigid hingga penilaian substansi terkait perubahan perilaku selama di dalam sel.

Proses panjang dan berjenjang ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka yang menghirup udara bebas hari ini adalah individu yang benar-benar siap melakukan reintegrasi sosial dan tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.

Kepala Lapas Blitar, Romi Novitrion, yang melepas langsung ke-16 warga binaan tersebut, menegaskan bahwa program integrasi adalah instrumen vital dalam manajemen pemasyarakatan modern.

“Bebasnya 16 warga binaan hari ini menjadi bukti bahwa pemenuhan hak integrasi berjalan sesuai aturan. Ini bukan hanya soal memberikan hak, tapi juga solusi strategis dalam mengatasi permasalahan kelebihan kapasitas yang kami hadapi,” tegas Romi, pada Rabu (21/01/2026).

Sejatinya Lapas Kelas 2 B Blitar memang mengalami over kapasitas. Lembaga pemasyarakatan yang setajinya hanya diperuntukkan bagi 140 an narapidana itu ternyata dihuni hampi 600 orang.

Kebijakan ini pun menjadi salah satu solusi untuk mengurangi over kapasitas yang ada di Lapas Kelas 2B Blitar. Kebebasan ini menjadi pertaruhan bagi para mantan narapidana tersebut. Pihak Lapas menekankan bahwa transformasi pemasyarakatan yang humanis hanya akan berhasil jika para alumni Lapas ini mampu membuktikan diri di masyarakat.

“Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Jadilah pribadi yang bermanfaat dan jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama,” pesan Romi kepada para warga binaan yang bersiap melangkah keluar.

Lapas Blitar berkomitmen untuk terus menggeber program integrasi serupa sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di dalam hunian yang kian terbatas. [owi/aje]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.