Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Telaah: Jawaban Teka-Teki Manusia Tidak Mati-mati, Panjang Umur Lebih dari 100 Tahun

Telaah: Jawaban Teka-Teki Manusia Tidak Mati-mati, Panjang Umur Lebih dari 100 Tahun

telaah:-jawaban-teka-teki-manusia-tidak-mati-mati,-panjang-umur-lebih-dari-100-tahun
Telaah: Jawaban Teka-Teki Manusia Tidak Mati-mati, Panjang Umur Lebih dari 100 Tahun
service

Arina.id – Kematian memang takdir Tuhan. Namun dalam dunia science, ada penjelasan ilmiah kenapa manusia berumur panjang atau pendek secara alamiah. Kalian mungkin pernah mendengar, melihat, ada manusia yang umurnya lebih dari satu abad, atau seratus tahun. Nah, jawabannya ada pada ulasan jurnal penelitian ini.

Ternyata, ada penjelasan kenapa orang bisa hidup hingga usia sangat lanjut. Ini tidak lain kemungkinan penyebabnya karena badannya berhasil mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang terus beradaptasi dengan ancaman baru di tengah lingkungan hidupnya.

Dikutip dari sciencedaily, para peneliti telah menemukan bahwa supercentenarian, yaitu orang yang mencapai usia 110 tahun atau lebih, memiliki kadar sel imun khusus yang luar biasa tinggi yang disebut sebagai limfosit T sitotoksik CD4 (CD4 CTL).

Sel-sel ini sebelumnya telah terbukti dapat membunuh sel tumor pada kanker tertentu. Selama sakit, sel-sel ini juga dapat bereproduksi dengan cepat melalui proses yang disebut sebagai ekspansi klonal (clonal  expansion), yang membantu sistem kekebalan tubuh merespons infeksi. 

Penelitian baru yang diterbitkan Journal Cell Press, Cell Reports, pada 19 Agustus 2026, menunjukkan bahwa jenis aktivitas kekebalan ini (clonal expansion) mungkin terkait dengan penuaan secara sehat pada orang yang hidup hingga usia lebih dari 110 tahun.

“Penuaan sistem kekebalan tubuh bukanlah sekadar proses turunan,” kata penulis utama Kosuke Hashimoto, seorang profesor madya di Universitas Osaka, Jepang. “Ekspansi selektif sel T tertentu menunjukkan bahwa, bahkan pada usia yang sangat tua, sistem kekebalan tubuh mungkin terus beradaptasi dengan tantangan yang berkaitan dengan usia mereka.”

Sel T sitotoksik CD4 telah muncul sebagai ciri seluler yang khas pada para supercentenarian. Dalam studi baru ini, para peneliti menemukan bukti bahwa sel-sel langka ini tidak hanya umum teramati pada orang dewasa yang sangat tua, tetapi juga terus berkembang dan beradaptasi dalam tubuh mereka.

“Sel T CD4 CTL adalah populasi sel T yang atipikal dan relatif langka,” kata Hashimoto. “Oleh karena itu, peningkatan yang signifikan pada para supercentenarian dapat memberikan petunjuk penting tentang bagaimana sistem kekebalan tubuh dipertahankan pada usia sangat tua.”

Tim tersebut memeriksa sampel darah dari 28 orang dewasa yang dibagi menjadi tiga kelompok usia: 70-99, 100-109, dan 110 tahun ke atas. Proporsi median CD4 CTL meningkat secara stabil di seluruh kelompok tersebut, dari 4% pada kelompok termuda menjadi 9,6% di antara orang berusia 100 hingga 109 tahun dan 17,6% di antara mereka yang berusia 110 tahun ke atas.

Temuan menunjukkan bahwa perluasan sel-sel ini mungkin dimulai sekitar usia 100 tahun. Namun, pola tersebut tidak terbatas pada orang yang berusia seratus tahun atau lebih. Salah satu peserta yang berusia kurang dari 100 tahun justru memiliki proporsi CD4 CTL tertinggi yang diamati dalam penelitian ini.

Untuk memahami mengapa sel-sel ini menjadi sangat melimpah, para peneliti memeriksa reseptor sel T para peserta. Analisis mereka menunjukkan bahwa ekspansi klonal memainkan peran penting. Ketika sistem kekebalan tubuh menghadapi ancaman, sel T sitotoksik CD4 (CD4 CTL) dapat memperbanyak diri. 

Di antara peserta penelitian, klon individu terbesar mewakili rata-rata 33,3% dari semua sel T sitotoksik CD4. Konsentrasi tersebut menunjukkan bahwa beberapa orang dewasa yang lebih tua mungkin memberikan respons berkelanjutan terhadap tantangan kekebalan tubuh yang sedang berlangsung.

Efeknya sangat mencolok pada seorang lansia berusia seratus tahun. Dalam sampel darah orang tersebut, satu klon tunggal membentuk 53,8% dari seluruh CD4 CTL.

Para peneliti kemudian membandingkan ciri khas (sekuens) reseptor dari klon CD4 CTL dominan setiap peserta dengan sekuens yang tersimpan dalam basis data publik. Hampir tiga lusin kecocokan ditemukan dari orang-orang yang didiagnosis menderita kanker, khususnya kanker paru-paru, payudara, dan hati.

Kemudian ditemukan tidak satu pun dari para centenarian atau supercentenarian dalam penelitian ini didiagnosis menderita kanker tersebut. Oleh karena itu, para peneliti mengusulkan bahwa perluasan sel-sel imun ini dapat mencerminkan respons awal terhadap target abnormal atau yang berpotensi terkait kanker.

“Beberapa sel CTL CD4 mungkin mengenali target yang terkait dengan kanker, meskipun target pastinya masih belum diketahui,” kata Hashimoto.

Temuan ini tidak membuktikan bahwa tingkat CD4 CTL yang tinggi melindungi terhadap kanker atau secara langsung membantu orang hidup lebih lama. Studi ini meneliti sel T yang beredar dalam darah, dan para peneliti masih belum mengetahui secara pasti apa yang dilakukan sel-sel ini di bagian tubuh lainnya.

Hashimoto mengatakan langkah selanjutnya adalah menyelidiki bagaimana sel CTL CD4 berperilaku di dalam jaringan manusia.

“Seiring bertambahnya usia, sel-sel abnormal, termasuk sel-sel senescent dan sel kanker, menjadi lebih umum,” kata Hashimoto. “Temuan kami menunjukkan bahwa adaptasi imun terhadap perubahan ini dapat berkontribusi pada umur panjang yang luar biasa.”

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.