Jakarta –
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, secara terbuka mengungkap bahwa angka kasus gagal ginjal di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini pun perlu mendapat perhatian serius, Bunda.
Gagal ginjal berarti kedua ginjal Bunda tidak lagi berfungsi dengan baik. Gagal ginjal kronis termasuk penyakit mematikan tanpa pengobatan. Jika mengidapnya, kemungkinan pasien dapat bertahan hidup beberapa hari atau minggu.
Penyakit ini dapat menyerang siapa aja. Namun, Bunda mungkin berisiko lebih tinggi terkena gagal ginjal ketika menderita diabetes, memiliki tekanan darah tinggi, menderita penyakit jantung, hingga memiliki riwayat keluarga biologis yang juga menderita penyakit ginjal.
Namun, gagal ginjal juga dapat dipicu melalui kebiasaan atau gaya hidup tidak sehat. Lantas, kebiasaan apa yang bisa memicu lonjakan penyakit ini? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Menurutnya, peningkatan ini dibuktikan dengan meningkatnya beban pembiayaan di BPJS Kesehatan hingga 476,2 persen, ‘mengalahkan’ penyakit jantung, kanker, hingga stroke.
“Ada juga beberapa angka menarik, misalnya ginjal tuh, naiknya sampai 476 persen tuh dalam lima tahun terakhir,” ungkap Menkes, dikutip dari laman detikcom, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, ia pun menambahkan bahwa kebijakan Nutri-Level diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan angka gagal ginjal di RI. Pasalnya, Nutri-Level akan melabeli makanan hingga minuman, berdasarkan peringkat kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL).
Sistem ini menggunakan peringkat A (hijau tua, paling sehat) hingga D (merah, perlu dibatasi) untuk membantu konsumen memilih produk dengan lebih bijak.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)





Comments are closed.