Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Tidak Hanya Free Float, ini Sebab CUAN Didepak MSCI

Tidak Hanya Free Float, ini Sebab CUAN Didepak MSCI

tidak-hanya-free-float,-ini-sebab-cuan-didepak-msci
Tidak Hanya Free Float, ini Sebab CUAN Didepak MSCI
service

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham-saham yang terdepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga saat ini menarik untuk diperhatikan. Salah satunya adalah emiten yang berada dalam dekapan Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN).

Pada perdagangan sesi berjalan, Jumat, 22 Mei 2026 pukul 11.29 WIB, saham CUAN berada di level 490 atau turun 45 poin setara 8,41 persen. Volume perdagangan tercatat 529,42 juta saham, lebih tinggi dibanding rata-rata volume 356,73 juta saham.

Manajemen CUAN menyebut tekanan harga saham dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Direktur Utama CUAN Michael, menjelaskan kondisi tersebut memicu pelemahan sentimen investor, arus keluar modal asing, kekhawatiran kenaikan harga energi, perlambatan ekonomi, serta pelemahan mata uang domestik.

Namun keluarnya CUAN dari MSCI tidak bisa hanya dibaca dari penurunan harga harian. Pasar melihat ada faktor lain yang lebih struktural, mulai dari free float, konsentrasi kepemilikan, volatilitas saham, hingga kualitas pertumbuhan fundamental perusahaan.

Pemegang Saham CUAN

Dari sisi profil, CUAN merupakan perusahaan induk yang menjalankan kegiatan usaha holding, termasuk menguasai aset dari sejumlah perusahaan subsidiari. Melalui entitas anak, CUAN memiliki dua konsesi tambang batu bara di Kalimantan yang dikelola oleh anak usaha perusahaan.

Struktur kepemilikan CUAN sangat terkonsentrasi. Prajogo Pangestu tercatat menggenggam 92,07 miliar saham atau sekitar 81,8973 persen. Pada data pemegang saham di atas 1 persen per 8 Mei 2026, Prajogo Pangestu tercatat memiliki 92,068 miliar saham atau 81,90 persen.

Pemegang saham lain di atas 1 persen adalah Grange Prosperity asal Singapura dengan kepemilikan 2,38 miliar saham atau 2,12 persen. Sementara masyarakat non-warkat memegang sekitar 20,30 miliar saham atau 18,0617 persen, dan saham treasury tercatat 19,70 juta saham atau 0,0175 persen.

Free Float CUAN 17,14 Persen

Di atas kertas, free float CUAN tercatat 17,14 persen. Namun untuk indeks global seperti MSCI, persoalannya bukan hanya angka free float formal, melainkan seberapa besar saham yang benar-benar likuid, tersebar, dan bisa diserap investor institusi tanpa menciptakan volatilitas ekstrem.

Di sinilah CUAN mulai menghadapi tantangan. Dengan porsi pengendali yang sangat dominan, ruang saham publik menjadi relatif terbatas. Ketika harga bergerak tajam, saham seperti CUAN lebih mudah mengalami tekanan karena likuiditas riil tidak selalu sebanding dengan kapitalisasi pasar dan pergerakan harga.

Jumlah pemegang saham CUAN juga bergerak naik-turun cukup agresif. Per 30 April 2026, jumlah pemegang saham tercatat 102.948 investor, naik 7.956 investor dari bulan sebelumnya. Pada 31 Maret 2026, jumlahnya 94.992 investor, turun 2.150 dari Februari.

Sebelumnya, jumlah pemegang saham CUAN sempat berada di 104.014 investor pada 28 Februari 2026, 95.628 investor pada 31 Januari 2026, 85.771 investor pada 31 Desember 2025, dan 98.347 investor pada 30 November 2025. Pergerakan ini menunjukkan basis investor CUAN aktif berubah, tetapi belum tentu mencerminkan dominasi institusi jangka panjang.

IPO Rp220 per Saham

Dari sisi riwayat pasar, CUAN tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Maret 2023 dengan harga IPO Rp220 per saham. Jumlah saham IPO mencapai 1,69 miliar saham dengan nilai emisi Rp372 miliar.

Sejak IPO, CUAN menjadi salah satu saham paling liar di bursa. Reli besar sempat membuat saham ini menjadi magnet trader ritel, tetapi volatilitas tinggi juga menjadi risiko ketika saham masuk dalam evaluasi indeks global.

Fundamental CUAN

Fundamental CUAN sebenarnya tidak sedang mati. Pendapatan perusahaan justru melonjak tajam. Pada kuartal I 2026, revenue CUAN tercatat Rp6,26 triliun, naik jauh dibanding kuartal I 2025 sebesar Rp3,50 triliun dan kuartal I 2024 sebesar Rp1,35 triliun.

Secara tahunan, pendapatan CUAN juga tumbuh besar. Revenue 2025 tercatat Rp20,03 triliun, naik dari Rp12,70 triliun pada 2024. Jika angka kuartal I 2026 disetahunkan, revenue annualized CUAN mencapai Rp25,04 triliun, sementara TTM kuartal I 2026 berada di Rp22,78 triliun.

Namun pertumbuhan pendapatan itu belum sepenuhnya tercermin pada laba bersih. Net income CUAN pada kuartal I 2026 tercatat Rp96 miliar. Angka ini memang naik dibanding kuartal I 2025 sebesar Rp28 miliar, tetapi jauh lebih rendah dibanding kuartal I 2024 yang mencapai Rp473 miliar.

Pada 2025, laba bersih CUAN tercatat Rp2,21 triliun, turun dibanding 2024 sebesar Rp2,54 triliun. Secara annualized, laba bersih 2026 berada di Rp384 miliar, sementara TTM kuartal I 2026 masih tercatat Rp2,30 triliun.

Data ini memperlihatkan kontras yang cukup mencolok. Pendapatan tumbuh sangat agresif, tetapi laba bersih belum bergerak sekuat kenaikan revenue. Dengan kata lain, kualitas pertumbuhan CUAN masih diuji dari sisi margin dan konsistensi profitabilitas.

Pada 2025, CUAN mencatat revenue Rp20,03 triliun dengan laba bersih Rp2,21 triliun. Namun pada kuartal I 2026, revenue Rp6,26 triliun hanya menghasilkan laba bersih Rp96 miliar. Pasar bisa membaca kondisi ini sebagai tanda bahwa ekspansi skala bisnis belum otomatis menghasilkan profitabilitas yang stabil.

Karena itu, keluarnya CUAN dari MSCI lebih masuk akal jika dilihat sebagai kombinasi beberapa faktor. Free float yang terbatas menjadi salah satu isu, tetapi bukan satu-satunya. Volatilitas harga, struktur kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi, basis investor yang sangat aktif berubah, serta pertumbuhan fundamental yang belum seimbang juga ikut menjadi perhatian.

Nama besar Prajogo Pangestu memang memberi CUAN daya tarik kuat di pasar. Namun bagi indeks global, nama besar pengendali tidak cukup jika saham dinilai kurang memenuhi standar likuiditas, stabilitas perdagangan, dan kualitas free float.

Dengan posisi harga yang sudah turun tajam dan fundamental yang masih tumbuh dari sisi pendapatan, CUAN kini berada di fase pembuktian baru. Pasar tidak lagi hanya melihat cerita besar ekspansi dan afiliasi grup Prajogo, tetapi mulai menakar apakah pertumbuhan itu cukup solid untuk kembali menarik kepercayaan investor institusi global.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.