Sun,19 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tidak Hanya Ritual, Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Umat

Tidak Hanya Ritual, Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Umat

tidak-hanya-ritual,-masjid-harus-jadi-pusat-pemberdayaan-ekonomi-dan-sosial-umat
Tidak Hanya Ritual, Masjid Harus Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Umat
service

Cirebon, NU Online Jabar
Peran masjid saat ini dinilai masih didominasi oleh fungsi ritual keagamaan semata. Sementara itu, potensi besar di bidang sosial dan ekonomi jemaah belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal masjid memiliki sumber daya yang memadai untuk menjadi pusat kegiatan umat yang lebih luas.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Cirebon KH Sigit Nurhendi. Ia menyoroti perlunya perubahan paradigma atau cara pandang dalam tata kelola manajemen masjid di era modern.

“Masjid tidak hanya untuk ibadah ritual, tapi juga harus menjadi pusat kegiatan sosial ekonomi,” ujar Kiai Sigit dalam keterangannya di Cirebon, Jumat (17/4/2026).

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Al-Mumtaz Karangsembung ini, persoalan utama stagnasi ekonomi umat di lingkup rumah ibadah terletak pada pengelolaan yang belum profesional. Ia melihat banyak aset wakaf yang dibiarkan tidak produktif sehingga tidak memberikan dampak ekonomi nyata bagi jemaah sekitar.

“Kelemahan utama terletak pada manajemen yang kurang profesional. Dana masjid selama ini lebih banyak terserap untuk kebutuhan operasional fisik bangunan saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon tersebut mendorong adanya optimalisasi dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) untuk kegiatan produktif. Dana tersebut dapat dialokasikan sebagai modal usaha, pengembangan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi warga.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.