Wed,26 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Trump Berencana Naikkan Tarif Impor Mobil Kanada Jadi 50 Persen mulai 2027

Trump Berencana Naikkan Tarif Impor Mobil Kanada Jadi 50 Persen mulai 2027

trump-berencana-naikkan-tarif-impor-mobil-kanada-jadi-50-persen-mulai-2027
Trump Berencana Naikkan Tarif Impor Mobil Kanada Jadi 50 Persen mulai 2027
service

Washington, Arina.id — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan menggandakan tarif impor kendaraan asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027. Rencana tersebut menjadi ancaman terbaru di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua negara.

“Pada 1 Januari 2027, tarif untuk semua mobil, truk, baik besar maupun kecil, suku cadang otomotif, dan baja akan dinaikkan menjadi 50 persen,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Senin (24/8/2026).

Saat ini, tarif AS terhadap kendaraan asal Kanada berada di angka 25 persen untuk komponen non-AS. Sementara itu, baja yang diimpor ke AS secara umum dikenai tarif sebesar 50 persen.

Ancaman terbaru Trump muncul setelah AS dan Kanada gagal mencapai kesepakatan pada Jumat (21/8) untuk mencegah pemberlakuan tarif baru sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada. Tarif tersebut mulai berlaku pada Sabtu (22/8).

Perdana Menteri Kanada Mark Carney kemudian mengumumkan tarif balasan terhadap sejumlah produk AS setelah menolak kesepakatan yang disebutnya sebagai “kesepakatan buruk”.

Tarif balasan Kanada akan menyasar industri baja dan produk susu AS. Kebijakan tersebut juga mencakup sejumlah sektor lain, seperti peralatan pertanian, pulp dan kertas, serta elektronik. Tarif balasan itu dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September 2026.

Sebelumnya, Gedung Putih menuding Kanada menerapkan “perlakuan diskriminatif” terhadap produk AS, termasuk minuman beralkohol, otomotif, dan produk susu. Tuduhan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintahan Trump menerapkan tarif 50 persen.

Trump sempat menunda pemberlakuan tarif tersebut selama tiga hari pada pekan lalu ketika Washington dan Ottawa meningkatkan intensitas perundingan untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Negosiator utama Kanada Dominic LeBlanc bersama timnya bahkan melakukan pertemuan dengan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington pada Kamis dan Jumat. Namun, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan berlangsung hingga Jumat malam.

Tarif terbaru tersebut berdampak terhadap sekitar 5,5 persen barang Kanada yang masuk ke AS, dengan nilai mencapai sekitar 20 miliar dolar AS. Produk yang terdampak beragam, mulai dari stik hoki hingga semen.

Pada Senin, Trump kembali menuding Kanada telah merugikan AS selama bertahun-tahun. Ia juga mengatakan AS tidak membutuhkan Kanada, melainkan Kanada yang membutuhkan AS.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan kepada The New York Times pada Sabtu bahwa pemerintahan Trump sebelumnya menawarkan penghapusan tarif 10 persen terhadap kayu lunak Kanada dan pengurangan tarif otomotif sebesar 25 persen.

Menurut Greer, Washington juga bersedia menurunkan tarif baja dari 50 persen menjadi 25 persen untuk sebagian besar produk baja Kanada.

Sementara itu, Carney mengatakan pada Jumat malam bahwa dirinya memutuskan menangguhkan pembicaraan perdagangan dengan AS. Greer juga mengatakan kepada CBS pada Senin bahwa kedua negara belum menjadwalkan kembali perundingan.

Perselisihan tarif terbaru terjadi ketika AS dan Kanada juga menghadapi agenda revisi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara antara AS, Meksiko, dan Kanada (USMCA). Trump sebelumnya menyatakan tidak bersedia memperpanjang perjanjian tersebut dalam bentuknya saat ini.

Selain persoalan tarif, pernyataan Trump yang mengusulkan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS juga semakin memperburuk hubungan kedua negara dan memicu kemarahan di kalangan masyarakat Kanada.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.