Fri,7 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. UNICEF: 300 Anak Tewas di Gaza dalam 300 Hari, Serangan Pemukim di Tepi Barat Terus Berlanjut

UNICEF: 300 Anak Tewas di Gaza dalam 300 Hari, Serangan Pemukim di Tepi Barat Terus Berlanjut

unicef:-300-anak-tewas-di-gaza-dalam-300-hari,-serangan-pemukim-di-tepi-barat-terus-berlanjut
UNICEF: 300 Anak Tewas di Gaza dalam 300 Hari, Serangan Pemukim di Tepi Barat Terus Berlanjut
service

Jakarta, NU Online

Sedikitnya 300 anak Palestina dilaporkan tewas di Jalur Gaza dalam kurun 300 hari terakhir atau rata-rata satu anak meninggal setiap hari akibat serangan militer Israel yang terus berlangsung. Data tersebut disampaikan United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada Kamis (6/8/2026) seperti dilansir Arab News.

UNICEF juga melaporkan ratusan anak lainnya mengalami luka-luka dalam periode yang sama akibat serangan artileri, tembakan, maupun serangan dari laut.

Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) menyebut anak-anak di Gaza masih hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Mereka menghadapi kepadatan di tempat-tempat pengungsian serta keterbatasan akses terhadap air bersih dan layanan kesehatan.

Di Tepi Barat yang diduduki, OCHA mencatat serangan pemukim Israel dan operasi militer Israel terus berdampak pada kehidupan warga Palestina, termasuk merusak rumah serta sumber mata pencaharian mereka.

Pada Rabu malam, pemukim Israel dilaporkan membakar sejumlah rumah di komunitas Palestina Tuba, kawasan Masafer Yatta, Hebron. Serangan tersebut memaksa tiga keluarga yang terdiri atas 14 anak mengungsi dan berlindung di rumah kerabat maupun tetangga.

Selain itu, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk dua anak. OCHA juga menyebut sistem pembangkit listrik tenaga surya serta sekitar 10 ton pakan ternak hancur bersama berbagai aset milik warga lainnya.

Sejak awal Januari hingga akhir Juli 2026, OCHA mendokumentasikan lebih dari 1.380 insiden yang melibatkan pemukim Israel. Insiden-insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa, korban luka, kerusakan properti, atau kombinasi dari ketiganya. Jumlah itu setara dengan rata-rata enam hingga tujuh insiden setiap hari yang terjadi di sekitar 250 komunitas Palestina.

Dalam periode yang sama, lebih dari 2.300 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat serangan pemukim dan pembatasan akses yang menyertainya.

OCHA kembali menegaskan bahwa warga Palestina di wilayah pendudukan harus memperoleh perlindungan. Lembaga tersebut juga mendesak agar para pelaku kekerasan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Di Kegubernuran Yerusalem, ribuan warga Palestina di Kamp Qalandia masih berada dalam kondisi terisolasi untuk hari kedua berturut-turut setelah pasukan Israel melancarkan operasi militer berskala besar di kawasan tersebut.

Menurut OCHA, para pekerja kemanusiaan hingga kini belum dapat mengakses kamp tersebut secara aman. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga serta kemampuan mereka memperoleh layanan darurat, mengakses pelayanan dasar, dan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pergi ke tempat kerja.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.