Selama lebih dari 200 tahun, vaksin telah melindungi generasi demi generasi . Vaksin telah sangat sukses sehingga banyak penyakit yang dulunya ditakuti keluarga kini jarang terlihat di banyak bagian dunia.
WHO menyatakan vaksin telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa selama 50 tahun terakhir. Ini bukan secara kebetulan. Tapi karena orang-orang biasa membuat keputusan untuk melindungi diri mereka sendiri, anak-anak mereka, dan satu sama lain. Itu berarti 6 nyawa setiap menit, setiap hari, selama lebih dari lima dekade.
Vaksin adalah cara yang terbukti untuk mencegah penyakit serius, melindungi ratusan juta orang setiap tahunnya dengan aman. Vaksin dikembangkan melalui penelitian ilmiah yang ketat, diuji dengan cermat, dan terus dipantau keamanan dan efektivitasnya.
Keputusan keluarga untuk memvaksinasi anak-anak mereka, bersama dengan komitmen petugas kesehatan untuk menjangkau setiap anak, telah berkontribusi pada peningkatan angka kelangsungan hidup bayi sebesar 40% selama 50 tahun terakhir dan melindungi puluhan juta anak dari kecacatan seumur hidup.
Saat ini, lebih banyak anak yang hidup hingga ulang tahun pertama mereka —dan bersekolah, bekerja, berkeluarga, dan menjadi tua—dibandingkan pada periode mana pun dalam sejarah.
Vaksin merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan di segala usia. Saat ini, vaksin melindungi orang sepanjang hidup mereka – dari masa bayi hingga dewasa – terhadap lebih dari 30 infeksi dan penyakit mematikan.
Pada masa kanak-kanak awal, sistem kekebalan tubuh bayi dan anak kecil masih dalam tahap perkembangan, yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit. Itulah sebabnya sebagian besar imunisasi anak yang melindungi terhadap penyakit seperti difteri, hepatitis B, campak, gondongan, polio, batuk rejan, rotavirus, rubella, dan tetanus, dijadwalkan dalam dua tahun pertama kehidupan.
Pada masa remaja, vaksin penguat (booster) diperlukan untuk mempertahankan kekebalan terhadap difteri, tetanus, dan pertusis, dan vaksin tambahan diberikan untuk mengatasi risiko kesehatan yang muncul, seperti human papillomavirus (HPV) dan meningitis.
Selama kehamilan, vaksinasi memainkan peran penting dalam melindungi ibu dan bayi. Dengan menerima vaksin yang direkomendasikan, seperti RSV, influenza, dan COVID-19, wanita hamil dapat memberikan antibodi pelindung kepada bayinya sebelum lahir dan membantu menjaga keselamatan keduanya.
Pada usia dewasa , sistem kekebalan tubuh seseorang secara alami melemah seiring bertambahnya usia, sehingga lebih rentan terhadap infeksi berat. Vaksin melindungi orang dewasa dan lansia dari penyakit seperti COVID-19, influenza, pneumonia, dan herpes zoster—mengurangi risiko penyakit berat dan rawat inap serta membantu mereka tetap sehat lebih lama.
Vaksin yang menargetkan penyakit yang umum terjadi di wilayah tertentu —seperti demam berdarah, malaria, dan demam kuning—serta vaksin yang dikembangkan untuk wabah seperti kolera, Ebola, dan mpox, memberikan manfaat kemajuan ilmiah bagi keluarga saat ini yang sama sekali tidak ada bagi generasi sebelumnya.
Angka vaksinasi bukan sekadar statistik . Angka tersebut mewakili individu dan keluarga nyata yang membuat keputusan bijak untuk melindungi diri mereka sendiri, anak-anak mereka, dan komunitas mereka, terutama mereka yang tidak dapat divaksinasi.
Setiap tahun, hampir 20 juta bayi melewatkan setidaknya satu vaksin , termasuk lebih dari 14 juta yang tidak pernah menerima satu dosis vaksin pun, sebagian besar karena kurangnya akses. Akibatnya, jutaan anak tetap tidak terlindungi dari penyakit berbahaya yang dapat dicegah oleh vaksin.
Di balik setiap orang yang menerima vaksin terdapat seluruh sistem yang didedikasikan untuk mewujudkannya —petugas kesehatan, relawan, ilmuwan, pemerintah, klinik, dan sekolah. Namun, inti dari semuanya adalah percakapan yang dibangun atas dasar kesabaran, mendengarkan, dan kepercayaan.
Beberapa tradisi keluarga layak diwariskan : sekaranglah saatnya untuk memastikan setiap orang di generasi mendatang mendapat manfaat dari vaksin yang menyelamatkan jiwa. Dengan membangun kepercayaan, berbagi informasi yang akurat, dan memperkuat keyakinan, kita dapat mendukung keluarga untuk membuat keputusan yang tepat guna melindungi diri mereka sendiri, anak-anak mereka, dan generasi mendatang.
Di titik tengah Agenda Imunisasi 2030 (IA2030), mari kita ciptakan dunia yang lebih sedikit anak meninggal karena penyakit yang dapat dicegah, remaja terlindungi dari penyakit yang mengancam masa depan mereka, dan generasi yang lebih tua menikmati hidup yang lebih panjang dan lebih sehat. Dan bersama-sama, kita dapat mengakhiri polio, seperti halnya cacar hampir 50 tahun yang lalu.





Comments are closed.