Di tengah gelombang panas yang melanda China dalam beberapa pekan terakhir, muncul cara unik warga menghadapi udara panas: memeluk beligo atau winter melon berukuran besar saat tidur. Video dan foto yang menampilkan anak-anak, bayi, hingga hewan peliharaan berpelukan dengan sayuran berukuran hampir sebesar tubuh mereka menyebar luas di media sosial di China dan seluruh dunia, dengan salah satu topik terkait mencatat jutaan penayangan (views). Gelombang panas ini bukan kejadian biasa. Otoritas Meteorologi China (CMA) terus mengeluarkan peringatan suhu tinggi sepanjang Juli 2026, dengan sejumlah wilayah seperti Mongolia Dalam bagian barat, Xinjiang, Shaanxi bagian selatan, hingga Shanghai dan Chongqing mencatat suhu antara 35 hingga 39 derajat Celsius. Bahkan di Xinjiang, suhu diperkirakan bisa menembus 50 derajat Celsius, salah satu angka tertinggi yang tercatat tahun ini. Kondisi ini mendorong warga mencari cara mendinginkan tubuh tanpa bergantung pada pendingin udara, salah satunya lewat metode yang diklaim sebagai warisan turun-temurun tersebut. Kandungan Air Tinggi Jadi Kunci Efek Pendinginan Beligo adalah sayuran asli Asia Selatan dan Tenggara yang bisa tumbuh hingga panjang sekitar 60 sentimeter dan berat lebih dari 9 kilogram. Sayuran ini mengandung lebih dari 95 persen air, jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan buah dan sayur lain seperti apel (sekitar 84 persen air) atau wortel (sekitar 88 persen air). Kandungan air setinggi itu berkaitan langsung dengan sifat fisika yang disebut kapasitas panas jenis, yaitu jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar satu derajat Celsius. Air memiliki kapasitas panas jenis yang jauh lebih besar dibanding kebanyakan material lain, termasuk logam, kayu,…This article was originally published on Mongabay
Viral Tren Peluk Beligo Raksasa untuk Mendinginkan Tubuh, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Viral Tren Peluk Beligo Raksasa untuk Mendinginkan Tubuh, Ini Penjelasan Ilmiahnya





Comments are closed.