Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Wafatnya Pemimpin Syiah Iran dan Bangkitnya Solidaritas Islam Indonesia

Wafatnya Pemimpin Syiah Iran dan Bangkitnya Solidaritas Islam Indonesia

wafatnya-pemimpin-syiah-iran-dan-bangkitnya-solidaritas-islam-indonesia
Wafatnya Pemimpin Syiah Iran dan Bangkitnya Solidaritas Islam Indonesia
service

Sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel pecah–diawali dengan serangan udara Israel ke Teheran pada 13 Juni 2025 dan eskalasinya memuncak ketika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas pada 28 Februari 2026, suara-suara anti-Syiah meredup. 

Para pemimpin organisasi keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengungkapkan belasungkawa mendalam, disusul pernyataan dukacita dari tokoh-tokoh penting, seperti Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla.

Belakangan, polemik yang berkembang di masyarakat justru keputusan pemerintah Indonesia yang tidak mengirimkan delegasi khusus untuk menghadiri pemakaman Imam Ali; hanya mengutus Duta Besar RI untuk Republik Islam Iran, Rolliansyah Soemirat. 

Setelah menuai pro dan kontra–terlebih ketika Duta Besar tidak boleh mengikuti upacara pemakaman karena levelnya bukan Menteri atau Kepala Negara, barulah Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Soegiono berangkat menuju Teheran bersama Ketua MPR, Ahmad Muzaini. Keduanya adalah politikus Partai Gerindra. Sejumlah tokoh lain yang turut serta dalam rombongan adalah Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, Syafiq A. Mughni, salah satu Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan Santo Darmosumanto, Direktur Jenderal Asia Pasifik, Kementerian Luar Negeri. 

Wafatnya Imam Ali Khamenei dinilai tidak berdampak signifikan secara langsung di Indonesia karena masyarakat Muslim di akar rumput secara tegas memisahkan pandangan politik luar negeri Iran dengan status mazhab Syiah itu sendiri. 

Namun ketika suara publik Islam lebih menyoroti ketidakhadiran Presiden Prabowo maupun ketiadaan delegasi resmi yang dikirimkan ke Teheran, ada anggapan bahwa masyarakat muslim kini lebih mengedepankan rasa solidaritas dunia Islam daripada suara jamaah atau aliran tertentu. Batasan antara Sunni-Syiah pun hilang. 

Keberangkatan Delegasi Indonesia ke Iran, Merespon Desakan Masyarakat atau Perubahan Sikap Politik Luar Negeri?

Tiba di Iran pada Jumat, 10 Juli 2026, Menlu Sugiono, melakukan kunjungan kerja ke Mashhad dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi. 

Dalam pertemuan bilateral, kedua Menlu menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia-Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas. 

“Kami menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas. Kami juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global, serta menegaskan pentingnya penyelesaian berbagai konflik melalui dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan hukum internasional,” ungkap Sugiono. 

Membawa misi perdamaian dan solidaritas antarnegara, keterlibatan tokoh-tokoh pemimpin NU dan Muhammadiyah sekaligus mencerminkan penghormatan mendalam dari seluruh elemen bangsa Indonesia untuk masyarakat Iran.

Delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, untuk menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat diplomasi parlemen, meningkatkan pertukaran antarparlemen, serta mempererat hubungan antar masyarakat sebagai fondasi penting bagi kemitraan Indonesia–Iran.

Level Komunikasi Politik yang Berbeda 

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Profesor Yon Mahmudi, mengatakan bahwa dalam perspektif ucapan belasungkawa ada beberapa aspek yang tidak dapat dikesampingkan, seperti politik dan ekonomi. Kedua aspek ini memang dapat dibicarakan dalam forum-forum lain dan tidak ada batasan kapan Presiden atau Menlu dapat hadir untuk menyampaikan hal itu. Namun reaksi keras publik tidak dapat dihindari, sedikit banyak akibat serangan sepihak AS-Israel kepada Iran. 

“Untungnya kemudian pemerintah mendengarkan aspirasi dan kritik masyarakat, karena pada saat proses pemakaman berlangsung dan Indonesia hanya diwakili oleh Duta Besar, itu nampaknya tidak bisa diterima (oleh Iran) karena harus level kementerian ke atas. Posisi itu yang dapat diterima. Bagaimanapun negara-negara Timur Tengah itu sangat melihat hierarki di dalam hubungan bisnis, internasional, maupun yang lain-lain,” ungkap Mahmudi kepada Alif, Sabtu (10/7). 

Sebagaimana diketahui, pemerintah Iran menyampaikan undangan kepada pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad. Delegasi Indonesia merupakan delegasi resmi pertama yang memberikan penghormatan di makam mendiang.

Kunjungan yang dilakukan di tengah semakin dinamisnya situasi di kawasan mencerminkan eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama puluhan tahun, sekaligus menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam membangun kemitraan dengan seluruh negara serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan kerja sama internasional.

“Apakah ini akan memperkuat kembali hubungan kita dengan Iran, saya kira ini menjadi momentum penting. Menlu bersama Ketua MPR dan beberapa ormas akhirnya dapat bertemu secara langsung dengan Menlu Iran (dan Ketua Parlemen Iran) dalam waktu yang lebih panjang dan tidak terbatas. Saya kira ini hikmahnya, kalau pemakaman sebenarnya kan hanya  sebagai simbol saja. Komitmen hadir meskipun terlambat itu telah dipenuhi. Saya kira komunikasi ke depannya dapat semakin diperkuat,” ujar Mahmudi. 

Peran Indonesia Tetap Penting dalam Dunia Islam

Kecaman publik semakin tertuju pada pemerintah ketika Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia masuk ke dalam Board of Peace (BOP), lembaga yang dibentuk Presiden Donald Trump untuk pemulihan dan pembangunan kembali wilayah Gaza yang hancur lebur diamuk pasukkan Israel. Sentimen anti AS dan Israel yang menguat lalu tertuju pada pemerintahan Prabowo, yang dinilai tidak berempati pada warga Palestina. Ketika perang Iran-AS-Israel pecah, pemerintah juga tidak seketika merespon dengan kecaman atau pernyataan resmi. 

Meski demikian, Mahmudi mengingatkan bahwa posisi Indonesia masih akan tetap diperhitungkan dalam dunia Islam sebagai representasi penduduk muslim terbesar di dunia, dengan politik luar negeri yang bebas aktif. 

“Semangat bebas aktif itu yang harus selalu ada di dalam setiap keputusan politik luar negeri kita, dan harus selalu memperhitungkan dan menimbang kepentingan nasional Indonesia juga, artinya tidak di bawah tekanan negara super power. (Keputusan) itu juga harus ditunjukkan dengan keaktifan komunikasi dengan negara-negara lain,” kata Mahmudi. 

Di sisi lain, konsekuensi atas dukungan dan solidaritas kepada Palestina dan Iran, bukan tidak akan muncul. Maka dalam hal ini, pemerintah khususnya Menlu harus piawai dalam diplomasi dengan mengutamakan kepentingan nasional –tidak semata-mata mencari ‘panggung’ dalam dunia internasional. 

“Ketika hubungan Indonesia mendekat ke Iran itu kan bisa saja tidak menyenangkan AS, tapi atas nama semangat hubungan yang bebas aktif tentu kita harus percaya diri menjalankan itu karena itu memang posisi Indonesia. Dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu ini justru posisi Indonesia sebagai middle power diuntungkan karena diperlukan oleh negara-negara yang ingin memperkuat pengaruhnya,” tambah Mahmudi. 

Delegasi Indonesia menjadi delegasi resmi pertama yang melakukan penghormatan di makam Ali Khamenei di Imam Reza Shrine, Mashhad. Dikutip dari situs Instagram @menluri, Sugiono menyampaikan bahwa melawat ke Iran di tengah semakin dinamisnya situasi di kawasan membawa semangat perdamaian dan persaudaraan, rasa kepedulian, dan saling menghormati.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.