Jakarta, Arina.id—Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan, 1–3 Februari 2026. Potensi tersebut meliputi hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang di berbagai provinsi, baik di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua.
Demikian informasi yang diakses dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (1/2/2026).
BMKG menyebutkan, berdasarkan peta potensi cuaca ekstrem tiga harian, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan mendominasi sejumlah provinsi di Pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah bahkan diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat secara berturut-turut selama tiga hari.
Di wilayah Sumatera, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jambi, serta Kepulauan Bangka Belitung. Beberapa wilayah, seperti Aceh dan Kepulauan Bangka Belitung, juga berpotensi mengalami angin kencang.
Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara turut masuk dalam daftar daerah rawan cuaca ekstrem. Bali dan Nusa Tenggara Barat diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat sepanjang periode 1–3 Februari 2026. Adapun Nusa Tenggara Timur berpotensi dilanda hujan lebat disertai angin kencang, terutama pada awal periode.
Di Kalimantan, cuaca didominasi oleh hujan sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi merata di Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara selama tiga hari berturut-turut.
Wilayah Sulawesi juga tidak luput dari potensi cuaca ekstrem. Sulawesi Selatan diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat pada 3 Februari 2026. Potensi angin kencang juga terpantau di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Adapun di wilayah Maluku, hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan terjadi selama tiga hari berturut-turut. Sementara di Papua, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat pada periode tertentu.
Dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan transportasi. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait juga diharapkan menyiapkan langkah antisipatif guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi.




Comments are closed.