Fri,17 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. YLBHI Soroti Pembangunan KDMP yang Dinilai Abaikan Kebutuhan Warga dan Kelayakan Ekonomi

YLBHI Soroti Pembangunan KDMP yang Dinilai Abaikan Kebutuhan Warga dan Kelayakan Ekonomi

ylbhi-soroti-pembangunan-kdmp-yang-dinilai-abaikan-kebutuhan-warga-dan-kelayakan-ekonomi
YLBHI Soroti Pembangunan KDMP yang Dinilai Abaikan Kebutuhan Warga dan Kelayakan Ekonomi
service

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menyoroti sejumlah pembangunan fisik Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang dinilai mengabaikan kebutuhan warga dan kelayakan ekonomi.

Terlebih lagi, katanya, setelah mencermati berbagai laporan terdapat pula bangunan yang berada jauh dari pusat aktivitas warga, sulit dijangkau, bahkan berhadap-hadapan dengan bangunan serupa.

“Pola ini menunjukkan bahwa orientasi program lebih dekat pada pencapaian angka, seremoni, dan proyek konstruksi ketimbang penguatan kelembagaan koperasi,” katanya kepada NU Online pada Kamis (9/7/2026).

Masalah lain, lanjut Isnur, di sejumlah daerah ternyata pembangunan KDMP itu dibangun pada lahan yang selama ini menjadi ruang bersama, seperti lapangan desa, sarana olahraga, area sekolah, hingga tanah yang diklaim warga.

Ia mencontohkan penolakan warga terhadap pembangunan gerai KDMP di lapangan Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Menurutnya, lapangan tersebut selama ini dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk kegiatan olahraga, aktivitas sekolah, sedekah bumi, serta berbagai kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan sosial.

“Penolakan ini penting dibaca secara jernih, warga tidak menolak koperasi, tetapi menolak ruang publik mereka diambil untuk proyek yang tidak lahir dari kebutuhan dan persetujuan mereka,” katanya.

Isnur mengatakan, pola serupa juga terjadi di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia mengungkapkan, warga memprotes rencana pembangunan Gerai KDMP di atas lapangan sepak bola yang masih aktif digunakan masyarakat hingga rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

Selain itu, kata Isnur, di Blitar, pembangunan KDMP di lingkungan SD Tlogo 2 juga menuai keberatan dari orang tua murid dan pihak sekolah. Pasalnya, ungkapnya, sejumlah bangunan sekolah mulai dibongkar, sementara sebagian ruang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Ini menunjukkan bahwa Program KDMP bukan sekadar proyek koperasi, melainkan proyek fisik yang dapat mendorong pengambilalihan ruang warga tanpa persetujuan yang sungguh-sungguh,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan persoalan pembangunan gerai KDMP di Kampung Cihanjuang, Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, pembangunan tersebut memicu sengketa karena diduga mengambil sebagian lahan dan bangunan milik warga tanpa penyelesaian ganti rugi yang jelas.

“Bila laporan ini benar, negara sedang menggunakan nama koperasi untuk menormalisasi perampasan hak warga,” ujarnya.

Belum lama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kementerian Pertahanan (BPSDM Kemhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menginginkan agar peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) KDMP dapat menjadi pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampikannya saat upacara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SPPI KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026).

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.