KABARBURSA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka investasi sektor hulu dengan mengidentifikasi 118 Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi (WK Migas) potensial.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan seluruh proses lelang aset-aset energi strategis nasional akan berjalan transparan dan meminta para investor untuk membuang jauh-jauh praktik lobi ilegal.
Pemerintah berambisi menjadikan penawaran blok migas raksasa ini sebagai stimulus utama pendongkrak cadangan minyak dan gas bumi nasional yang kian menyusut.
“Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh (ikut). Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silakan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” kata Bahlil saat membuka Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.
Hingga Mei 2026, tata kelola 118 WK Migas potensial tersebut terbagi ke dalam beberapa tahapan komersial. Rinciannya mencakup 43 wilayah dalam tahap studi bersama (joint study), 50 wilayah pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 wilayah yang status hukumnya telah resmi ditandatangani.
Dari daftar tersebut, terdapat 8 WK Migas hasil lelang tahun 2025 yang kontraknya resmi dieksekusi di hadapan Menteri ESDM.
Kedelapan blok tersebut mengantongi total nilai komitmen pasti sebesar USD57,95 juta dan total bonus tanda tangan senilai USD3,15 juta, dengan taksiran sumber daya melimpah mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 Trillion Cubic Feet (TCF) gas.
Kedelapan WK tersebut adalah Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Andaman Barat Daya, Barong, dan Nawasena. Rinciannya sebagai berikut:
WK Gagah, terletak di daratan Sumatera Selatan. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya 173 juta barel minyak dan 1,1 (TCF) gas, dengan nilai komitmen pasti USD4,25 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.
WK Bintuni, berlokasi di onshore dan offshore Papua Barat. Potensi sumber dayanya mencapai 2,1 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti USD16,55 juta dan bonus tanda tangan USD1,25 juta.
WK Karunia, terletak di darat dan lepas pantai Sumatera Utara dan Riau. Potensi sumber dayanya sebesar 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti USD9,9 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.
WK Drawa, terletak di lepas pantai Papua Barat dan Papua Barat Daya. Potensi sumber dayanya gas 0,36 TCF, dengan total nilai komitmen pasti USD6,45 juta dan bonus tanda tangan USD200 ribu.
WK Jalu, terletak di lepas pantai Laut Andaman. Potensi sumber dayanya sebesar 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD6,6 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.
WK Andaman Barat Daya, terletak di lepas pantai Laut Andaman. Wilayah ini memiliki sumber daya potensial gas 3 TCF, dengan total nilai komitmen pasti USD8,2 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.
WK Barong, terletak di lepas pantai Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Potensi sumber dayanya 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti USD2,5 juta dan bonus tanda tangan USD200 ribu.
WK Nawasena, berlokasi di onshore dan offshore Jawa Timur. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya gas 1,3 TCF, dengan total nilai komitmen pasti USD3,5 juta dan bonus tanda tangan USD300 ribu.(*)





Comments are closed.