Wakil Menteri Kesehatan Dokter Benjamin Paulus Octavianus atau dikenal dengan sebutan Dokter Benny menyatakan Presiden Prabowo Subianto adalah orang yang sangat menolak rokok. Menurut Benny Sikap ini muncul karena Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ini sangat memperhatikan masalah kesehatan.
Ia menyatakan perihal ini saat membuka Indonesia Conference on Tobacco Control 2026 di Airlangga Shari’a and Entreprenurship Education Center (ASEEC) Tower di Kampus Dharmawangsa Universitas Airlangga Surabaya, Kamis, 21 Mei 2026. Benny membuka acara ini dengan memukul gong yang dilanjutkan presentasi materi berjudul “Menuju Generasi Sehat Indonesia Emas Tanpa Adiksi Nikotin dan Tembakau”.
Benny menggambarkan, penolakan Presiden Prabowo terhadap bau rokok ini tidak hanya di Istana Kepresidenan, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya di rumah pribadi di kawasan Hambalang Bogor atau di Jalan Kertanegara Nomor 4 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Jadi, kalau ada pertemuan di Hambalang atau Kertanegara, kawan-kawan yang merokok itu keluar pagar, buru-buru mematikannya agar asap rokok tidak tercium oleh Presiden Prabowo,” kata dia.
Benny mengajak kepada peserta konferensi agar sikap penolakan rokok presiden ini dimanfaatkan untuk menghasilkan kencangnya kebijakan antirokok di Indonesia. “Mari kita bersama-sama,” kata dia.
Ia mengingatkan kepada semua bahwa saat ini konsumsi tembakau berkontribusi menyumbang kematian nomor dua setelah akibat tekanan darah tinggi. Ia juga prihatin di kalangan keluarga miskin, konsumsi rokok justru berada di atas kebutuhan untuk membeli beras.
Dokter Benny juga mengingatkan target Indonesia masuk pada posisi 7 hingga 5 sebagai negara dengan ekonomi terkuat pada tahun 2045. Saat ini, Indonesia berada di posisi 16 negara-negara G20. “Cita-cita ini jangan sampai dirusak tembakau, dirusak rokok,” katanya.
Dalam catatannya, saat ini perokok di Indonesia berjumlah 70 juta orang. Bagi dia, situasi ini menunjukkan rokok tidak terkontrol. Ini beda dengan Singapura yang jumlah perokoknya menurun sungguh signifikan.
Pernyataan Wakil Menteri Benny ini selaras dengan sambutan Ketua ICTOH Dokter Sumarjati Arjoso SKM. Ia menyampaikan penghargaannya kepada Presiden Prabowo atas sikapnya yang terus berusaha menjalankan hidup sehat, di antaranya dengan menolak rokok.
Menurut dia, sikap presiden ini sungguh penting di tengah masih tingginya anak-anak dan remaja perokok di Indonesia. Persoalan rokok kian rumit karena merebaknya rokok elektrik atau vape di pasaran.
Dalam situasi terkini, ia menyatakan cemas dengan lihainya strategi industri mempengaruhi anak muda melalui banyak kegiatan. “Kita harus menyadarkan masyarakat dari tipu daya industri rokok itu,” katanya.
Pembukaan ICTOH ini diwarnai dengan pernyataan sikap Youth Forum yang menegaskan penolakannya pada rokok dan vape. Selain itu, ada presentasi kelompok tani yang berhasil melakukan alih tanam tembakau ke tanaman yang leih menyehatkan dan menguntungkan.
ICTOH hari pertama ini dihadiri oleh beberapa pejabat pusat dan daerah plus global. Pada hari kedua, akan ada kegiatan presentasi lisan dan poster yang akan diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat sipil. Nantinya, presentasi ini akan dikompetisikan untuk memilih yang terbaik.
Rangkaian ICTOH ke-11 telah dimulai sejak Rabu, 20 Mei 2026 dengan agenda Youth Forum. Forum ini mempertemukan pemuda dari generasi Z hingga milenial di Indonesia yang memiliki visi sama untuk mengendalikan konsumsi tembakau. Hasil deklarasi Youth Forum juga dibacakan di ICTOH hari pertama.





Comments are closed.