Ringkasan:
-
Tokoh-tokoh sejarah seperti Tacitus, Josephus, dan Pliny the Younger memberikan bukti non-Kristen tentang keberadaan Yesus Kristus.
-
Referensi tentang Yesus dalam tulisan-tulisan kuno seperti Talmud Babilonia dan Lucian dari Samosata menegaskan kehadiran historisnya.
-
Para uskup Kristen mula-mula seperti Ignatius dari Antiokhia dan para murid seperti Polikarpus semakin memperkuat keberadaan historis Yesus Kristus.
Sejarawan, teolog, dan cendekiawan telah mempelajari sejarah keberadaan Yesus Kristus selama berabad-abad. Meskipun Alkitab menceritakan kisah-kisah tersebut secara rinci, sumber-sumber non-Kristen dan kuno juga digunakan oleh banyak peneliti untuk mengkonfirmasinya. Yang luar biasa adalah berbagai penulis di berbagai bidang dan aliran pemikiran, termasuk mereka yang bahkan meremehkan agama Kristen, telah menyebut nama Yesus, sehingga menjadikannya tokoh sejarah.
Tacitus
Dalam buku sejarah ketujuh, sejarawan Romawi Tacitus menulis bahwa Christus disalibkan di bawah gubernur Romawi Pontius Pilatus di bawah pemerintahan Tiberius. Kesaksiannya dapat dianggap sebagai salah satu bukti non-Kristen terbaik mengenai penyaliban Yesus.
Yosefus
Yesus dirujuk oleh sejarawan Yahudi, Flavius Josephus dalam buku Antiquities of the Jews. Dalam salah satu bagiannya, ia dikatakan sebagai orang bijak dan guru meskipun para ulama berpendapat bahwa beberapa bagian kemudian diubah oleh para ahli Taurat Kristen.
Pliny yang Muda
Surat-surat yang ditulis oleh seorang pejabat Romawi, Pliny the Younger, membahas orang-orang Kristen yang menyanyikan himne kepada Kristus sebagai dewa. Dalam tulisannya terlihat bahwa Yesus sudah menjadi sosok yang banyak disembah pada awal abad pertama.
Suetonius
Sejarawan Suetonius berbicara tentang kerusuhan di kalangan orang Yahudi dengan menyebut “Chrestus,” yang menurut sebagian besar pakar mengacu pada Kristus dan konflik Kristen awal di Roma.
Thallus
Thallus, seorang penulis kuno, pernah melaporkan adanya kegelapan pada saat penyaliban Yesus. Ia kehilangan karya aslinya, namun catatannya kemudian dikutip oleh penulis lain.
Mara Bar-Serapion
Sebuah surat dari Mara Bar-Serapion merujuk pada pembunuhan seorang raja Yahudi yang bijaksana. Hal ini ditafsirkan oleh sejumlah sejarawan sebagai singgungan tidak langsung terhadap Yesus dan pengaruhnya.
Talmud Babilonia
Bagian dalam Talmud Babilonia menyebutkan Yeshu biasanya diterjemahkan sebagai Yesus. Sumber-sumber ini tidak memberikan semangat, namun mereka menerima kehidupan dan kematiannya.
Lucian dari Samosata
Lucian, seorang satiris Yunani dan penduduk Sa
mosata, mengejek umat Kristiani karena percaya pada orang yang disalib, dan hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa Yesus adalah dewa utama dalam agama mereka.
Phlegon dari Tralles
Phlegon dari Tralles adalah seorang sejarawan yang diyakini telah mendokumentasikan beberapa peristiwa aneh seperti kegelapan dan gempa bumi pada waktu yang diidentikkan dengan penyaliban Yesus.
Tinggi
Filsuf Celsus mengkritik agama Kristen namun ia tidak pernah menyangkal keberadaan Yesus. Sebaliknya, ia bertentangan dengan ajarannya, dan hal ini menunjukkan fakta bahwa Yesus adalah sosok yang nyata.
Kisah Injil
Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes adalah dasar-dasar iman Kristen, karena memberikan penjelasan rinci tentang kehidupan, ajaran Yesus dan penyaliban.
Ignatius dari Antiokhia
Uskup Kristen mula-mula Ignatius dari Antiokhia menulis surat yang membuktikan kehidupan dan penderitaan Yesus, memberikan petunjuk tentang bagaimana umat Kristen mula-mula memahami keberadaan Yesus.
Polikarpus
Polikarpus, salah satu murid para rasul dalam karyanya menyebut Yesus, yang memperkuat kesaksian awal kehidupan dan ajarannya.
Papia
Papias dari Hierapolis adalah seorang kolektor tradisi lisan Yesus, dan melestarikan tradisi awal yang kemudian digunakan untuk menulis Injil.
Alun-Alun Athena
Ada orang-orang yang disembuhkan atau ditolong oleh Yesus yang masih hidup hingga saat ini, yang menunjukkan bahwa ada kesaksian saksi mata mengenai fakta tersebut. Quadratus dari Athena menulis bahwa orang-orang masih hidup pada zamannya.





Comments are closed.