Jakarta, Arina.id—Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, KH M. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-35 NU setelah mendapat dukungan dari 22 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah.
Dukungan tersebut disampaikan melalui maklumat para pengurus cabang dan masyayikh (tokoh ulama) dalam acara “Lamaran Ageng” yang digelar di Pondok Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/7/2026) malam.
Rais Syuriyah PCNU Temanggung Muhammad Furqon mengatakan, para pengurus PCNU se-Jawa Tengah meminta Gus Yusuf dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar Ke-35 NU di Jombang.
“Kami meminta Gus Yusuf untuk dicalonkan menjadi calon Ketua Umum PBNU di Muktamar NU Ke-35 di Jombang. Untuk Jawa Tengah sudah ada 22 PCNU yang mendukung. Sebenarnya ada lebih dari 22 PCNU, tetapi belum bisa hadir karena agenda Lamaran Ageng dipercepat,” kata Furqon.
Menurutnya, para pengurus PCNU menilai Gus Yusuf merupakan sosok yang santun, mampu merangkul seluruh elemen NU, serta dapat mengembalikan fokus organisasi pada khidmah kepada umat dan jam’iyah.
Selain itu, Gus Yusuf dinilai memiliki rekam jejak dalam mengembangkan program-program organisasi, termasuk pembangunan rumah sakit serta penguatan pesantren salaf dan modern.
Furqon mengatakan NU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga keseimbangan di tengah dinamika internal organisasi.
PBNU diharapkan kembali memperkuat pelayanan di bidang pendidikan, pesantren, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kaderisasi, hingga penguatan organisasi di tingkat cabang dan ranting.
“Di bawah kepemimpinan Gus Yusuf, NU akan semakin bermartabat, sekaligus mengembalikan kedaulatan ekonomi, politik, dan kesehatan,” ujarnya.
Menanggapi dukungan tersebut, Gus Yusuf menyebut pinangan dari para pengurus PCNU se-Jawa Tengah sebagai amanah yang berat. Meski demikian, ia menyatakan kesiapannya dengan mengucapkan “Bismillah”.
“Tadi kami menerima pinangan dari para pengurus PCNU se-Jawa Tengah dan kami hanya bisa menjawab dengan ‘Bismillah’. Tugas yang diembankan adalah kembali merajut PBNU agar bisa solid dan kembali menyatu,” kata Gus Yusuf.
Ia menambahkan, apabila mendapat amanah menjadi Ketua Umum PBNU, dirinya akan membenahi tata kelola organisasi agar lebih terbuka, akuntabel, dan transparan. Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat dunia pesantren sebagai basis utama Nahdlatul Ulama.
“Pesantren adalah NU dan NU adalah pesantren. Pesantren salaf dan modern harus berjalan berdampingan. Pesantren harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk menghadirkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Selain dukungan dari 22 PCNU di Jawa Tengah, Gus Yusuf juga mendapat dukungan dari Himpunan Alumni Santri Lirboyo, IMAP (Ittihadul Mutaakhkhirijn Al-Falah Ploso), alumni Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, serta sejumlah kiai sepuh NU dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.




Comments are closed.