Sat,5 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. 37 Orang Diduga Pencuri Minyak Tewas Keracunan Asap di Sungai Nigeria

37 Orang Diduga Pencuri Minyak Tewas Keracunan Asap di Sungai Nigeria

37-orang-diduga-pencuri-minyak-tewas-keracunan-asap-di-sungai-nigeria
37 Orang Diduga Pencuri Minyak Tewas Keracunan Asap di Sungai Nigeria
service

Rivers, Arina.id – Sedikitnya 37 orang yang diduga terlibat pencurian minyak tewas setelah menghirup asap atau uap beracun dari produk minyak bumi di sebuah sungai di Okrika, Negara Bagian Rivers, Nigeria, Kamis (3/9/2026).

Peristiwa tersebut menggemparkan masyarakat pesisir Okrika. Sejumlah orang lainnya dilaporkan masih belum ditemukan.

Insiden terjadi sekitar pukul 00.00 waktu setempat di Dermaga Okari, wilayah Okrika Mainland. Lebih dari 100 orang dari Okrika dan sejumlah komunitas di sekitarnya dilaporkan mendatangi dermaga menggunakan perahu buatan lokal untuk mengambil produk minyak bumi dari titik penyadapan ilegal.

Sebuah kapal juga dilaporkan sedang berlabuh di lokasi dan memuat produk minyak yang sama untuk diekspor.

Seorang sumber masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, bau menyengat tiba-tiba memenuhi udara saat aktivitas pengambilan minyak berlangsung. Kondisi tersebut membuat banyak orang, sebagian besar merupakan pemuda, mengalami sesak napas hingga kehilangan kesadaran.

“Banyak dari mereka jatuh ke sungai, sementara yang berhasil melarikan diri mengalami gangguan pernapasan serius dan menjalani perawatan di rumah sakit,” kata sumber tersebut Channelstv.com

Sumber itu menambahkan, hingga saat memberikan keterangan, lebih dari 37 jenazah telah diidentifikasi sebagai warga Okrika. Enam jenazah lainnya belum teridentifikasi, sementara sejumlah orang masih dinyatakan hilang.

Diduga Menghirup Produk Minyak Bertekanan Tinggi
Kematian tersebut juga dikonfirmasi Youths and Environmental Advocacy Centre (YEAC-Nigeria). Direktur Eksekutif YEAC-Nigeria, Dr Fyneface Dumnamene, mengatakan jaringan relawan dan pembela hak asasi manusia organisasi tersebut di kawasan Delta Niger melaporkan sedikitnya 37 kematian.

Menurut Dumnamene, para korban menghubungkan pipa ke titik penyadapan pada saluran pipa yang biasanya mengangkut produk dari Indorama Eleme Petrochemical Company melalui Kilang Minyak Port Harcourt menuju kapal-kapal yang datang sekitar dua pekan sekali untuk mengangkut produk tersebut ke luar negeri.

Ia mengatakan, para korban menghirup produk yang dipompa dengan tekanan tinggi ketika secara bersamaan memindahkannya ke perahu yang telah mereka siapkan. Kondisi tersebut diduga menyebabkan banyak korban meninggal dunia.

Dumnamene mengatakan sejumlah jenazah telah terlihat mengapung di sungai, tetapi belum seluruhnya berhasil dievakuasi.

Ia mendesak National Oil Spill Detection and Response Agency (NOSDRA) segera melakukan investigasi bersama di lokasi kejadian. Ia juga meminta perusahaan pemilik fasilitas yang dirusak untuk memperketat pengamanan jaringan pipa guna mencegah kejadian serupa.

Dumnamene mengecam aksi perusakan fasilitas minyak dan mengingatkan para pemuda agar menjauhi infrastruktur minyak dan gas karena memiliki risiko keselamatan yang tinggi.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah menyediakan alternatif mata pencaharian bagi masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan di kawasan tersebut.

Alternatif tersebut, menurutnya, dapat berupa pembangunan kilang minyak modular dan legalisasi kegiatan penyulingan minyak skala kecil. Ia juga mengusulkan pembentukan program pengembangan penyulingan minyak mentah skala kecil di tingkat nasional serta kawasan industri di Delta Niger.

Banyak Korban Disebut Sesak hingga Meninggal
Komandan Civilian Joint Task Force (JTF) di Wilayah Pemerintahan Lokal Okrika, Igwe Godswill, menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi yang memilukan.

Ia menjelaskan, para korban diduga mendatangi lokasi untuk mengambil produk minyak bumi yang mengapung di permukaan air. Namun, mereka kemudian terpapar uap dari produk minyak yang sedang dimuat ke kapal di dermaga.

“Ini sangat menyedihkan karena kejadian ini terjadi di komunitas kami. Mereka adalah anak-anak muda yang pergi mencari nafkah, tetapi uap dari bahan bakar yang dipompa justru menewaskan begitu banyak pemuda kami di bawah jembatan,” kata Godswill.

“Banyak dari mereka meninggal karena sesak napas. Mereka bukan penjahat atau apa pun, tetapi mereka keluar untuk mencari makan. Saya mengimbau masyarakat, para pemimpin, dan semua pihak bahwa kami membutuhkan pekerjaan yang legal di komunitas ini. Pekerjaan seperti ini berisiko, tetapi ketika tidak mampu memberi makan anak-anak, pekerjaan berisiko sering kali menjadi satu-satunya pilihan,” ujarnya.

Godswill mengatakan sekitar 10 jenazah telah ditemukan ketika ia memberikan keterangan. Namun, hanya sebagian yang dapat diidentifikasi karena kondisi jasad yang mengenaskan.

“Kami menemukan sekitar 10 orang. Empat di antaranya masih belum dapat dikenali, sementara empat orang telah diidentifikasi. Sisanya tidak dapat diidentifikasi karena tubuh mereka rusak parah dan kondisi wajah mereka sangat terdampak,” katanya.

Komandan Civilian JTF tersebut meminta Pemerintah Negara Bagian Rivers, para pemimpin masyarakat, dan pihak terkait segera menciptakan lapangan pekerjaan bagi pemuda di wilayah tersebut.

Ia memperingatkan bahwa tanpa sumber penghidupan alternatif, warga akan terus mempertaruhkan nyawa di lokasi penyadapan minyak meskipun tragedi serupa telah terjadi.

“Saya meminta pihak berwenang, para pemimpin masyarakat, ketua wilayah, dan semua pihak untuk memperhatikan persoalan ini. Tidak cukup hanya menghentikan mereka karena memang pekerjaan itu berisiko. Mereka juga harus menciptakan lapangan pekerjaan bagi para pemuda agar semua orang memiliki sesuatu untuk dimakan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sehari setelah kejadian, sejumlah orang masih mendatangi lokasi meskipun telah diketahui adanya korban jiwa akibat aktivitas tersebut.

“Kami meminta para pemimpin melihat persoalan ini dan mencari cara untuk menciptakan lapangan pekerjaan, terutama bagi para pemuda,” ujarnya.

Polisi Konfirmasi Korban Meninggal
Juru bicara Kepolisian Negara Bagian Rivers, ASP Blessing Agabe, membenarkan adanya korban meninggal dalam insiden tersebut.

Ia mengatakan para korban meninggal ketika diduga berupaya mencuri minyak mentah. Namun, hingga saat itu belum ada laporan resmi yang diterima kepolisian terkait kejadian tersebut.

Agabe mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui secara menyeluruh kondisi dan kronologi yang menyebabkan insiden tersebut.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.