Arina.id – Baru-baru ini musibah gempa bumi tektonik M 7,7 melanda di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Gempa merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah. Para ulama memahami bahwa gempa dan bencana lainnya adalah sebuah peringatan dari Allah kepada penduduk bumi, sebagaimana catatan al-Asbihani berikut:
ظُهُورُ الزَّلَازِلِ وَالآيَاتِ وَعِيدٌ مِنَ اللهِ لِأَهْلِ الْأَرْضِ
Artinya: “Munculnya gempa bumi dan tanda-tanda kebesaran Allah lainnya adalah sebuah ancaman dari-Nya untuk penduduk bumi.” (Ismail bin Muhammad al-Asbihani, Syarh Sahih Muslim, [Kuwait: Dar Asfar, 2021], vol. 3, hlm. 87.).
Gempa bumi diistilahkan oleh Tahir bin Asyur ketika menafsirkan surat al-Hajj ayat 1 sebagai berikut:
والزلزلة حقيقتها: تحرك عنيف في جهة من سطح الأرض من أثر ضغط مجاري الهواء الكائن في طبقات الأرض القريبة من ظاهر الأرض. وهي من الظواهر الأرضية المرعبة ينشأ عنها تساقط البناء وقد ينشأ عنها خسف الأشياء في باطن الأرض
Artinya: “Gempa bumi hakikatnya adalah gerakan keras yang ada di sebagian permukaan bumi sebab tekanan saluran udara yang ada di lempeng bumi yang berdekatan dengan permukan bumi. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang mengerikan yang bisa menimbulkan hancurnya bangunan, dan terkadang bisa melenyapkan segala sesuatu yang ada di permukaan menuju perut bumi (likuifaksi).” (Muhammad Tahir bin Asyur, Al-Tahrir wat Tanwir, [Tunisia: Dar Tunisia, 1984], vol. 17, hlm. 187.).
Gempa bumi dalam Al-Qur’an disebutkan dengan beberapa kata. Berikut ini beberapa ayat yang menyebutkannya:
1. اَلزِّلْزَلَةُ
a. Surat al-Zilzalah ayat 1.
اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ
Artinya: “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.”
b. Surat al-Hajj ayat 1.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
Artinya: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar.”
2. اَلرَّجْفَةُ
a. Al-A’raf ayat 91
فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ
Artinya: “Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka.”
b. Al-Ankabut ayat 37
فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَ ۙ
Artinya: “Mereka mendustakannya. Maka, gempa dahsyat menimpa mereka. Lalu, jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggalnya.”
c. Al-Muzammil ayat 14
يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا
Artinya: “(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras dan gunung-gunung itu menjadi seperti onggokan pasir yang tercurah.”
d. Al-Nazi’at ayat 5
يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ
Artinya: “(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).”
3. اَلخَسَفُ
a. Surat al-Qasas ayat 81
فَخَسَفْنَا بِهٖ وَبِدَارِهِ الْاَرْضَ ۗفَمَا كَانَ لَهٗ مِنْ فِئَةٍ يَّنْصُرُوْنَهٗ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۖوَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِيْنَ
Artinya: “Lalu, Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka, tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.”
b. Saba ayat 9
اَفَلَمْ يَرَوْا اِلٰى مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ اِنْ نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْاَرْضَ اَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيْبٍ ࣖ
Artinya: “Tidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika menghendakinya, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi atau menjatuhkan kepingan-kepingan (benda-benda angkasa) dari langit di atas mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).”
c. Al-Ankabut ayat 40
فَكُلًّا اَخَذْنَا بِذَنْۢبِهٖۙ فَمِنْهُمْ مَّنْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ اَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ ۚوَمِنْهُمْ مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْاَرْضَۚ وَمِنْهُمْ مَّنْ اَغْرَقْنَاۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Artinya: “Masing-masing (dari mereka) Kami azab karena dosanya. Di antara mereka ada yang Kami timpakan angin kencang (yang mengandung) batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Tidaklah Allah menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi dirinya sendiri. “
d. Al-Nahl ayat 45
اَفَاَمِنَ الَّذِيْنَ مَكَرُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّخْسِفَ اللّٰهُ بِهِمُ الْاَرْضَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَۙ
Artinya: “Apakah orang-orang yang membuat tipu daya yang jahat itu merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.”
e. Al-Isra ayat 68
اَفَاَمِنْتُمْ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ اَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوْا لَكُمْ وَكِيْلًا ۙ
Artinya: “Apakah kamu merasa aman dari kemungkinan Dia akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau mengirimkan kerikil, lalu kamu tidak akan mendapati seorang pun sebagai pelindung?”
f. Al-Mulk ayat 16
ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ
Artinya: “Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?.”
4. اَلصَّدْعُ
a. Surat al-Hasyr ayat 21
لَوْ اَنْزَلْنَا هٰذَا الْقُرْاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيْتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَتِلْكَ الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
Artinya: “Seandainya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.”
b. Surat al-Tariq ayat 12
وَالْاَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِۙ
Artinya: “dan bumi yang memiliki rekahan (tempat tumbuhnya pepohonan),”
5. اَلرَّجَّةُ
Surat al-Waqiah ayat 4
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
Artinya: “Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.”
Maka, dengan banyaknya ayat-ayat yang menyinggung tentang bencana ini, cukup bagi umat manusia untuk selalu berinterospeksi dan berefleksi diri sejauh mana kualitas keimanan dan ketakwaan serta ibadahnya kepada Allah.
Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, bahwa gempa bumi merupakan bencana dan fenomena alam yang oleh Allah SWT dijadikan sebagai peringatan dan pengingat terhadap penduduk bumi untuk kembali mendekatkan diri kepada-Nya. Wallahu a’lam.





Comments are closed.