Fri,11 September 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. 68.919 Kasus ISPA dan 23 Daerah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

68.919 Kasus ISPA dan 23 Daerah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

68.919-kasus-ispa-dan-23-daerah-terdampak-erupsi-gunung-anak-krakatau
68.919 Kasus ISPA dan 23 Daerah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
service

Jakarta, NU Online

Erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 68.919 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kumulatif di wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, kasus tersebut tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.780 kasus ISPA tercatat pada 8 September 2026.

“Situasi ispa pada wilayah terdampak abu vulkanik erosi Gunung anak Krakatau laporan kasusnya terkini adalah ada 68.919 kumulatif kasus ISPAnya. Ada ISPA tertanggal 8 September 17.780,” ujar Widyawati dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Kamis (10/9/2026).

Ia menjabarkan bahwa kasus ISPA tersebut mencakup kelompok usia rentan. Sebanyak 14.439 kasus. “Kasus ISPA dibagi dalam usia nol hingga lima tahun 14.439 kasus, dan lebih dari lima tahun 54.480,” ucapnya.

Selain kasus kesehatan, Widyawati menjelaskan Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Rabu (9/9/2026) menunjukkan wilayah terdampak meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung.

“Kota Jakarta Pusat berada kategori tidak sehat karena nilai ISPU berada di 104, sedangkan 17 kota lainnya masuk kategori sedang dengan nilai ISPU berada di 51 hingga 100,” katanya.

Menghadapi dampak kesehatan tersebut, Kemenkes menyiapkan edukasi dan promosi kesehatan serta pemantauan penyakit terkait abu vulkanik. “Kita akan lakukan edukasi untuk pengurangan risiko krisis kesehatan akibat abu vulkanik kepada masyarakat,” ujar Widyawati.

Ia menambahkan bahwa pemantauan penyakit krisis seperti ISPA, bronkitis, asma, iritasi mata, dan iritasi kulit terus dilakukan. “Melaksanakan surveillance kualitas udara dan dampak kesehatan di wilayah terdampak erupsi, serta tetapkan surat edaran kesiap-siagaan dampak kesehatan,” katanya.

Widyawati mengimbau masyarakat untuk berperan dalam mengurangi paparan abu vulkanik dengan menggunakan masker. “Kalau tidak perlu sekali, jangan keluar rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada level III atau siaga.

“Pada status level ini, otoritas ke Gunung Api tetap merekomendasikan masyarakat, wisatawan, ataupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” ujarnya.

“Berdasarkan analisis citra satelit bahwa pertanggal 10 September 2026 pukul 13.00 WIB sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ini tidak terdeteksi,” sambung Berton.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.