Mon,20 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Gus Kautsar: Iman Perlu Disempurnakan dengan Kasih Sayang

Gus Kautsar: Iman Perlu Disempurnakan dengan Kasih Sayang

gus-kautsar:-iman-perlu-disempurnakan-dengan-kasih-sayang
Gus Kautsar: Iman Perlu Disempurnakan dengan Kasih Sayang
service

Surabaya, NU Online Jatim

Ulama muda dari Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, KH M Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), mengatakan bahwa Rasulullah menyebutkan bahwa tanda iman yang sempurna adalah rohmah atau kasih sayang.

“Jadi, iman itu tidak cukup hanya percaya atau iman, tapi perlu disempurnakan dengan rahmah, kasih sayang, peduli kepada sesama dan tak menyakiti siapapun,” katanya dalam peringatan Isra Mi’raj yang Pemprov Jatim di Masjid Raya Islamic Center, Surabaya, Senin (19/01/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim piatu. Gus Kautsar pun mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemprov Jatim ini. Menurutnya, santunan anak yatim disebut oleh Rasulullah sebagai bagian dari tanda kesempurnaan iman.

“Bukan saya memuji Ibu Gubernur, tapi adat yang ditradisikan Ibu Gubernur dalam setiap peringatan hari besar, seperti Isra Mi’raj, dengan santunan anak yatim itu disebut Nabi sebagai kesempurnaan iman,” ujarnya.

Gus Kautsar menilai bahwa tradisi santunan anak yatim oleh Pemprov Jatim merupakan hal yang sangat penting dilestarikan. “Siapapun yang memimpin Jatim, saya kira apa yang ditradisikan Ibu Khofifah ini perlu dilestarikan, karena Allah menginginkan orang beriman itu membangun kepedulian dan membahagiakan orang lain,” ucapnya.

Bahkan, Rasulullah pun menyampaikan keimanan yang sempurna itu kunci keselamatan, karena pahala dari kasih sayang (rahmah), kepedulian sesama (sedekah), dan tidak menyakiti orang lain (saleh) itu akan terus mengalir sampai kapan pun dan dimanapun sampai pemiliknya meninggal dunia.

“Kalau di dunia pesantren itu, santri malah mendoakan dan memuji pemimpin yang peduli, tapi kalau pemimpin yang tidak benar ya didoakan mendapatkan petunjuk,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hal penting dalam Isra Mi’raj yang tidak banyak dipidatokan adalah Nabi juga diantar Malaikat Jibril untuk mengecek neraka, yang ternyata penghuninya mayoritas perempuan.

“Bukan saya menuduh ibu-ibu lho, karena itu mungkin perempuan di Arab sana. Bahkan ada seorang perempuan Arab yang protes, karena merasa sudah beriman kepada Allah dan Rasulullah, tapi kok masuk neraka,” tuturnya.

Menanggapi protes itu, kata Gus Kautsar, Nabi pun menyampaikan alasan dan solusinya. Adapun solusi yang disampaikan Nabi adalah agar memperbanyak sedekah dan istighfar.

“Untuk alasan banyak perempuan di neraka karena perempuan itu suka menyakiti orang lain, karena itu rohmah itu jangan menyakiti,” terangnya.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.